
Petani cabai di Sidrap
TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap -- Kemauan, usaha, kerja keras dan keuletan yang tinggi itulah yang telah tertanam pada diri Randi (25) yang saat ini menekuni sebagai petani cabai di bagian selatan dari pusat Kota Pangkajene Ibukota Kabupaten Sidrap.
Randi menanam cabai dengan merk pilar dengan luas lahan yang ditanami cabai 15 are, pada awal mulanya Randi termotivasi melihat para petani cabai yang telah berhasil. Dari situlah Randi bertekad untuk membudidayakan tanaman cabai dan mengadu nasib untuk menghidupi keluarganya.
Berkat ketekunan dan keuletannya dalam bertani cabai akhirnya membuahkan hasil yang sangat baik karena luas lahan 15 are pada saat dipanen mencapai 2 ton.
BACA JUGA:
"Alhamdulillah, hasil panen perdana cabai yang kami budidayakan hasilnya sangat baik dan tidak menyangka hasil panen cabai Kami seperti ini karena kami masih tergolong petani pemula," kata Randi.
"Untuk mendapatkan harga terbaik, Kamu atur waktu perkiraan panennya, seperti yang kami tanam ini periode Maret-Mei 2021 dan siklus harga cabai sudah diketahui sehingga saat masa panen harga cabai mahal dan diperkirakan jelang Idul Adha tahun ini harga cabai akan melonjak," ungkapnya.
Selain Randi, Petani cabai Beddu (24) ikut membudidayakan tanaman cabai yang lokasinya bersebelahan dengan lokasi Randi dengan luas tanam 30 are dengan 4000 pohon dengan menggunakan bibit Pilar dengan masa pertumbuhan 70 hari.
"Ya, apabila mencapai 70 hari cabai sudah bisa dipanen dan setelah pemetikan pertama akan berlanjut hingga 15 kali pemetikan atau selama dua bulan.
Sementara pemasaran hasil cabai yang telah dipanen akan dibeli langsung oleh para pedagang dengan kisaran harga 25 ribu/kg.
--+
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/