Wednesday, 21 October 2026


Teknologi Produksi Tanaman Hias yang Lebih Efisien dari Balithi

16 Jun 2021, 17:42 WIBEditor : Ahmad Soim

Teknologi penyinaran hasil rekayasa Balithi agar lebih efisien

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Teknologi produksi tanaman hias yang lebih efisien yang dikembangkan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sudah diterapkan di Tomohon, Sulawesi Utara.

 Balithi bekerjasama dengan BPTP Sulut melakukan Riset Pengembangan Inovasi Kemitraan (RPIK) dalam produksi benih dan bunga krisan berbasis kawasan dan berorientasi ekspor di Kota Tomohon. "Kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas produk krisan bunga potong agar dapat memenuhi standar ekspor," tambah Kepala Balithi Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si (16/06/2021).

Tomohon merupakan daerah sentra pengembangan komoditas krisan yang dihasilkan Balitbangtan dan telah memiliki pasar yang cukup tinggi baik untuk konsumen di Tomohon sendiri maupun konsumen daerah lainnya di Sulawesi Utara seperti Gorontalo, Sulawesi Selatan dan beberapa provinsi lainnya.

Beberapa teknologi yang dihasilkan Balithi bukan hanya bunga Krisan. Balithi telah melakukan banyak penciptaan varietas baru tanaman hias. Sampai September 2020, terdapat 13 komoditas tanaman hias yang sudah dihasilkan Balithi. Jumlah varietas yang dihasilkannya sebanyak 268. Terdiri dari bunga Krisan 106 varietas,  Anggrek 71 varietas, Mawar 20 varietas dan  Gerbera 17 varietas. Lainnya adalah dari komoditas Alpina purpurata, Anthurium, Anyelir, Gladiol, Impaties, Lili, Sedap Malam, Tapeinochilus ananassae dan Zingiber spectabile.

BACA JUGA:

 Balithi juga menghasilkan teknologi pendukungnya yakni teknologi benih in Vitro dan in Vivo; Teknologi produksi yang efisien, ramah lingkungan dan berdaya guna. Juga, teknologi pengendalian OPT secara terpadu.

Teknologi benih yang sudah dilakukan diantaranya  produksi masal benih Dendrobium melalui teknologi embriogenesis somatik, berbasis biorektor. Lalu, 

Teknologi produksi yang efisien ramah lingkungan dan berdaya guna, diantaranya teknologi penyinaran dengan night break dan siklik, pemiliharaan induk dan pengakaran Krisan, teknologi pengabutan, teknologi fertigasi.

Teknologi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara terpadu di antaranya teknik deteksi dan pembebasan virus, gliocompost, biopestisida. Teknik deteksi serta pembebasan anggrek cymbidium mosaic virus (CymMv) dan tobacco mosaic virus strain Orchid (TMV-O)

Bakteri antagonis B23, B26 dan B37, menekan serangan Fusarium oxysporum sebesar 50, 5, 43, 9 dan 55,1 persen.

Juga diketahui Bakteri antogonis B subtilis strain B7 and B30 efektif mengendalikan infeksi busuk lunak sebesar 63,45 persen.

 === 

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018