Wednesday, 21 October 2026


Agrosolution Pupuk Kaltim, Angkat Pendapatan Petani Kentang Sembalun

06 Nov 2025, 22:30 WIBEditor : Herman

Panen Raya Kentang di Sembalun

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Timur – Para petani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, kini menikmati hasil manis dari Program Agrosolution yang digagas Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Melalui program ini, petani kentang industri berhasil meningkatkan pendapatan hingga 26 persen atau sekitar Rp115 juta per musim tanam.

Kenaikan pendapatan itu sejalan dengan meningkatnya produktivitas kentang industri dari 17 ton per hektare menjadi 19 ton per hektare.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan dan penerapan budidaya berkelanjutan mampu memberikan hasil nyata bagi petani.

Sembalun telah lama dikenal sebagai salah satu dataran tinggi terbaik di Indonesia dengan potensi besar di sektor pertanian. Komoditas seperti kentang dan bawang putih menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

"Namun, untuk kentang industri, hampir seluruh benihnya masih impor. Karena itu, Pupuk Kaltim mengambil peran strategis dalam pengembangan benih kentang industri lokal,” ujar Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Mohammad Agung, saat acara Panen Perbenihan Kentang Project Agrosolution di Sembalun, Selasa (6/11).

Program Agrosolution di Sembalun melibatkan 76 petani dengan total luas tanam 100 hektare, dan berpotensi diperluas hingga 250 hektare.

Program ini dijalankan bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, PT Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS) sebagai penyedia benih varietas Chitra, Calbee Wings Food sebagai offtaker, serta mitra integrator Pupuk Kaltim yang menjamin ketersediaan pupuk dan memberikan pendampingan teknis di lapangan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, M. Agung Sunusi, menyebut capaian produksi kentang di Lombok Timur cukup stabil.

“Produksi kentang di Lombok Timur sesuai data tahun 2024 mencapai 2.201 ton per tahun. Untuk produksi benih G0 hingga G3 di Sembalun, hasilnya bisa mencapai 15–25 ton, di atas rata-rata nasional. Ini menunjukkan penerapan budidaya dan pemupukan yang tepat,” jelasnya.

Pembina Gapoktan Sembalun Makmur Sejahtera 441, Pending Dadih Permana, mengatakan bahwa petani penangkar benih kentang kini tidak lagi bergantung pada pupuk subsidi.

Mereka menggunakan pupuk non-subsidi dengan formula khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman perbenihan.

“Pupuknya bersifat custom dengan kandungan kalium tinggi. Kami berkomitmen membangun sistem perbenihan kentang lokal karena ketergantungan terhadap benih impor masih sangat besar. Saat ini baru varietas Chitra yang dikembangkan, tapi permintaan kentang industri untuk pabrik terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.

Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, menambahkan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian benih nasional.

“Kegiatan seperti ini sangat kami dukung. Agrosolution dari Pupuk Kaltim diharapkan bisa menjadi semangat bagi petani di daerah lain,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga memberikan apresiasi atas keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan potensi pertanian daerah.

“Harmonisasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani terjalin dengan baik di Sembalun. Kami berharap pengembangan kentang industri ini berhasil dan terus berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Lombok Timur, Muhammad Edwin Hadiwijaya.

Acara panen tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmur, Komisaris PT AIMS Rudy Gunawan, Direktur Utama PT AIMS Benediktus Tommy, perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI), manajemen Calbee Wings Food, serta jajaran Forkopimda Lombok Timur.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018