Kamis, 22 Januari 2026


Borong 40 Ton Cabai Petani Aceh, Mentan : Jangan Ditawar

18 Des 2025, 07:16 WIBEditor : Herman

Mentan Sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman Saat Meninjau Cabai Petani Aceh di Halim Perdanakusuma

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman borong 40 ton cabai dari petani di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang terdampak banjir dan longsor.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada petani sekaligus untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga cabai secara nasional, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh cabai dibeli langsung dari petani dengan harga yang menguntungkan dan dibayar tunai di lapangan.

“Pembelian ini kita lakukan untuk membantu petani. Harganya antara Rp20 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram di lapangan, dan saya tegaskan jangan ditawar. Semua biaya angkut ditanggung pemerintah karena belinya langsung dari petani,” ujar Amran saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (17/12).

Penyerapan cabai tersebut dilakukan setelah Kementan menerima laporan dari Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah terkait melimpahnya stok cabai di daerah, sementara akses distribusi masih sangat terbatas akibat bencana.

“Kami dihubungi bupati bahwa stok cabai di sana banyak, sementara jalur distribusi sulit. Karena itu, kita langsung ambil langkah cepat,” kata Amran.

Untuk mempercepat distribusi, Kementan memanfaatkan pesawat logistik yang biasanya kembali ke Jakarta dalam kondisi kosong setelah mengangkut bantuan ke Aceh.

Pesawat tersebut kemudian digunakan untuk membawa hasil panen cabai petani ke daerah yang membutuhkan.

“Pesawat bolak-balik ke Aceh mengangkut bantuan pemerintah dan mitra. Biasanya pulangnya kosong, jadi kita manfaatkan untuk angkut cabai petani,” jelasnya.

Dari total 40 ton cabai yang diserap, sekitar 20 ton lebih dulu diberangkatkan, sementara 15 ton tiba di Jakarta pada Rabu sore.

Selain Jakarta, sebagian cabai juga disalurkan ke Medan sesuai kebutuhan pasokan.

“Totalnya sekitar 40 ton. Ada yang dikirim ke Medan, ada juga ke Jakarta,” ungkap Amran.

Amran menambahkan, proses panen cabai di Aceh berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah, bahkan sebagian dilakukan saat terjadi gempa.

Karena itu, Kementan memastikan pembayaran dilakukan cepat agar petani segera mendapatkan kepastian pendapatan.

“Kita bayar kontan di lapangan. Kasihan saudara-saudara kita, mereka butuh uluran tangan,” ucapnya.

Menurut Amran, langkah penyerapan cabai ini tidak hanya membantu petani lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga cabai di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang Nataru.

“Ini akan membantu menstabilkan harga cabai dan memastikan pasokan tetap aman,” pungkasnya.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018