Jumat, 19 Juli 2019


Cabai dan Paprika Bandung Barat Terbang Ke Singapura

21 Mar 2019, 15:54 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian melepas ekspor cabai dan paprika ke Singapura dari Bandung Barat | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Ekspor cabai dan paprika 2018 sebesar 7.940 ton ke Jepang, Taiwan, Vietnam, Australia, Singapore, Malaysia, Timur Tengah (Saudi Arabia, Kuwait, Oman, UEA, Qatar), Belanda dan Perancis.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung Barat --- Ekspor hortikultura kian menggeliat di Bandung Barat. Ini terbukti dengan keluarnya 84 ton cabai dan paprika ke Singapura.

"Hari ini kita lepas ekspor cabai dan paprika ke Singapura sekaligus melepas bantuan benih, hasilnya untuk kita ekspor nantinya. Bantuan ini kita bawa langsung dan langsung diserahkan ke petani. Ini bantuan dari Bapak Presiden Jokowi," tegas Mentan Amran saat melepas ekspor dan bantuan yang dilakukan secara simbolis di Kantor Bupati Bandung Barat, Kamis (21/3).

Tercatat, capaian sektor pertanian selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, total ekspornya naik 29 persen nilainya mencapai Rp 1.300 triliun.

Melansir data BPS, total ekspor hortikultura 2018 sebesar 435.328 ton senilai Rp 6,27 triliun. Ekspor cabai dan paprika 2018 sebesar 7.940 ton ke Jepang, Taiwan, Vietnam, Australia, Singapore, Malaysia, Timur Tengah (Saudi Arabia, Kuwait, Oman, UEA, Qatar), Belanda dan Perancis.

Total ekspor tanaman sayuran 2018 sebesar 112.886 ton. Nilai ekspor sayuran 2018 sebesar Rp 2,2 triliun, naik 5,5 persen dari tahun 2017 sebesar Rp 2,09 triliun

Kemudian Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari tahun 2014 yang hanya Rp 900 triliun naik menjadi Rp 1.462 triliun di tahun 2018 serta kemajuan sektor pertanian Indonesia masuk peringkat 5 dunia dari 224 negara.

"Ini berkat kerja keras petani. Bantuan kami tambah, ternyata petani memanfaatkan bantuan dengan baik. Ini luar biasa di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," tuturnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi menambahkan berbagai jenis sayuran, tanaman hias dan buah di Bandung Barat sangat melimpah.

Pengelolaannya pun sudah maju yakni menggunakan green house, screen house, ranch shelter dengan komoditas khusus untuk memenuhi supermarket dan ekspor. Bahkan ada teknologi komputerisasi untuk proses usahatani dan mengontrol pertanaman.

"Komoditas hortikultura yang diekspor dari Bandung Barat tak hanya cabai dan paprika, tapi mencakup banyak yang diekspor setiap hari oleh beberapa exportir," tuturnya.

Mulai dari kenya buncis sebanyak 2 ton per hari, super buncis 3 ton per hari, salada air 500 kg per hari, parclay 100 kg per hari, ubi cilembu 1 ton per hari, pakchoy 300 kg per hari, ubi ungu 500 kg per hari, ubi jepang 500 kg per hari.

Contohnya, Kelompok Tani Macakal yang dikelola petani muda milenial baru bisa pasok kenya buncis minimal 1 ton per minggu, buncis super 1 ton per minggu, ubi cilembu 1 ton per minggu. "Tapi ini sudah hasil yang hebat. Ke depan volume ekspornya akan ditambah terus," ucapnya.

Diminati Luar Negeri

Petani muda paprika, Deden Wahyu menyatakan sangat bangga dengan dilakukannya ekspor ini. Deden sangat mengapresiasi usaha dan bantuan kementan dalam mengembangkan paprika di Bandung Barat.

”Bantuan yang sudah kami dapatkan yaitu mobil pendingin, container, dan rumah kemas. Tentunya juga pendampingan sehingga kami bisa memproduksi 60 ton sebulan dari luas lahan 6 hektare”, terang ketua Kelompok Tani Dewa Family ini.

Menurutnya, pasar paprika sangat menjanjikan untuk dalam dan luar negeri.  ” Kami ekspor sebanyak 10 ton sebulan. Yang paling diminati adalah paprika warna hijau, merah dan kuning. Ada juga warna ungu, putih dan hitam. Dijual dengan harga berkisar 20 ribu sampai 50 ribu perkilo”, ungkapnya.

Deden berharap benih paprika bisa dibuat sendiri di tanah air sehingga tidak lagi mengimpor dari luar. 

Hadir pada kegiatan ini Anggota Komisi IV DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiyono, Kepala Badan PPSDM Pertanian, Momon Rusmono, para penyuluh dan 10 ribu petani.

Reporter : Dessy Puspitasari
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018