Senin, 22 Juli 2019


Bantuan Tepat Sentuh Petani, Garut Tinggalkan Kemiskinan

21 Mar 2019, 17:33 WIBEditor : Gesha

Beragam bantuan sudah digulirkan, masyarakat Garut kini perlahan tapi pasti mulai meninggalkan kemiskinan | Sumber Foto:NATTASYA

bantuan Kementan ke Kabupaten Garut selama 4 tahun sudah mencapai lebih 1,5 triliun dan menurunkan angka kemiskinan sampao 2 persen

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Garut --- Beragam bantuan dari Kementerian Pertanian telah digulirkan kepada Kabupaten Garut. Dengan tujuan, masyarakat bisa mandiri dan mampu memenuhi kesejahteraannya sendiri.

"Sudah lima kali kami kunjungan kesini yang menarik adalah jagung, kami berikan (bantuan) untuk puluhan ribu hektar jagung. Kini produksi sudah setengah juta ton (500 ribu ton) per tahun," tuturnya bangga di hadapan ribuan petani di lapangan GOR Ciateul, Garut pada Kamis (21/3).

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan sempat menyebutkan secara gamblang bahwa bantuan Kementan ke Kabupaten Garut selama 4 tahun sudah mencapai lebih 1,5 triliun 

"Berbagai bantuan produktif terutama dari sektor pertanian berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Garut dari 11, 28 persen menjadi 9, 28 persen. Ini bukti nyata sentuh masyarakat dan menurunkan kemiskinan," kata Rudy.

Melihat dampak yang signifikan dari bantuan produktif yang diberikan Kementerian Pertanian, Menteri Amran dalam kunjungannya kali ini memberikan bantuan dengan total nilai Rp 53,9 Milyar.

Mulai dari bantuan ayam KUB sebanyak 630 ribu ekor. "Kami bagikan ayam 50 ekor per Rumah Tangga Miskin (RTM). Dalam waktu 6 bulan sudah bisa bertelur dan RTM bisa meninggalkan kemiskinan. Moga-moga bisa turun sampai 5 persen (angka kemiskinan di Garut)," beber Menteri Amran.

Kemudian ada bantuan bibit kopi sebanyak 200 ribu batang, bibit dan benih sayuran, alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 2000 unit, puluhan domba, dan lain sebagainya dapat menjadi pemicu semangat petani di wilayah Garut. 

"Kami berikan bukti. Misalnya ayam bisa bertelur di bulan ke 6 sehingga RTM bisa mendapatkan penghasilan Rp 3-4 juta per bulan. Belum lagi bantuan bibit kopi bisa berproduksi 3,5 ton per hektar per tahun. Daripada tanaman kopi sekarang hanya 0,7 ton per hektar per tahun," bebernya.

Sehingga beragam bantuan tersebut kepada Garut, bertujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menekan kemiskinan.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018