Sabtu, 19 Oktober 2019


Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Banjar, Petani Melati Dilatih Pengolahan

13 Jun 2019, 15:44 WIBEditor : Gesha

Pengolahan melati, mawar dan kenanga tersebut akan dikembangkan menjadi minyak maupun bentuk olahan lainnya seperti campuran untuk industri teh. | Sumber Foto:FARIDA

Pengolahan melati menjadi minyak urut maupun minyak angin aromatherapi bisa menjadi sumber pendapatan tambahan petani

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjar --- Kalimantan Selatan ternyata memiliki potensi pengembangan aneka bunga yang terpusat di Kabupaten Banjar. Selama ini petani mengembangkan secara swadaya dan sudah turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu, karena permintaan bunga tersebut untuk pernikahan maupun upacara keagamaan. Agar petani bunga memiliki pendapatan yang meningkat, mereka dilatih berbagai pengolahan.

Adapun potensi pengembangan melati, mawar dan kenanga yang tersebar di 2 Kecamatan yaitu Martapura dan Karang Intan. Tepatnya di Desa Bincau, Labuantabu,  Pandak daun, Jingahhabang hilir, Jingah Habang Ulu dan Karang Intan.

Di salah satu kebun melati Desa Jingah Habang Ilir - Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, seluas 3.000 meter persegi tersebut terdapat pertanaman melati umur sekitar 5 tahun.

Benih diambil dari stek tanaman melati yang dibudidaya untuk produksi bunga. Kondisi pertanaman cukup subur, Lahan bersih, namun ada serangan opt di beberapa tanaman terutama trips. Pupuk yang digunakan adalah mutiara ditambah urea. Panen dapat dilakukan setiap hari kira-kira 200 gelas (20 gelas bunga melati kurang lebih 1 kg). 

Harga rata-rata per gelas sekitar Rp 2500 –  3000 dengan angkos panen Rp 1000 per gelas. Apabila permintaan tinggi maka harga per gelas sekitar Rp 10 ribu dan ongkos panen Rp 3 ribu.

Kepala Seksi Teknologi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar,  Ida Fitriani menuturkan dalam upaya peningkatan pendapatan petani adalah dengan mengolah bunga menjadi minyak.

"Pengolahan melati menjadi minyak urut maupun minyak angin aromatherapi bisa menjadi sumber pendapatan tambahan petani," ujar Ida.

Keinginan pemerintah daerah Kabupaten Banjar untuk mengembangkan kawasan melati baik dalam aspek budidaya maupun pengembangan industri hilir seperti olahan melati menjadi minyak atsiri, ditindaklanjuti dengan kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Pengolahan bunga beberapa waktu yang lalu. 

"Saya berharap melalui kegiatan ini masyarakat lebih memahami budidaya yang baik sehingga menghasilkan produksi yang optimal. Diharapkan dapat memenuhi permintaan konsumen baik di Kalimantan Selatan, maupun provinsi lain seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Raudhatul Wardiyah.

Pengolahan melati, mawar dan kenanga tersebut akan dikembangkan menjadi minyak maupun bentuk olahan lainnya seperti campuran untuk industri teh.

Kegiatan ini menghadirkan Setiono, pelaku usaha dari Kabupaten Batang. Dalam acara bimbingan teknis tersebut, Setiono menyampaikan beberapa bagaimana mengelola usaha tani melati bermutu dan mendapatkan keuntungan dari usahanya.

"Beberapa aspek penting mulai dari penyiapan benih, aspek budidaya maupun dalam penanganan pasca panen terutama dalam mempertahankan kesegaran bunga," ujar Setiono.

Rangkaian bimtek dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke kebun melati. Kunjungan juga dilakukan untuk melihat proses meronce melati.  Proses perendaman melati dengan air es belum pernah dilakukan di Kabupaten Banjar.

"Dalam menjaga kesegaran bunga melati, maka perlu melakukan perendaman dengan air es selama  2- 3 jam, setelah itu ditiriskan. Bunga yang sudah ditiriskan dapat dironce atau langsung di jual dengan menyimpan dalam kantong plastik dan diseimpan dalam styroform yang ditambahkan dengan es agar melati tetap segar," ujar Setiono.

Plt Direktur Buah dan Florikultura, Sri Wijayanti Yusuf menyampaikan bahwa potensi pengembangan melati baik budidaya maupun produk olahan di Kabupaten Banjar perlu terus ditingkatkan karena terbukti dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Oleh karena itu, pada 2020 Kementan berencana akan mengalokasikan pengembangan kawasan melati seluas 19 ribu meter persegi di Kabupaten Banjar. Selain pengembangan kawasan, kami juga akan memberikan pelatihan budidaya melati yang baik dan benar melalui kegiatan penerapan GAP melati pada kelompok tani pelaksana kegiatan pengembangan kawasan," papar Yanti.

Reporter : Farida Nuraini
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018