Saturday, 22 February 2020


Surplus 735 Ton, Durian Lokal Siapkan Ekspansi Ekspor

30 Aug 2019, 13:58 WIBEditor : Gesha

Durian kian diharapkan mampu memperluas ekspansi ekspor | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Durian lokal Indonesia kian menjadi raja di negerinya sendiri. Perlahan namun pasti, produksi juga berhasil ditingkatkan. Terlihat dari adanya surplus secara produksi sebanyak 735 ton. Kementerian Pertanian (Kementan) pun tengah mempersiapkan ekspansi lebih luas lagi.

“Durian lokal telah tembus ke pasar manca negara. Tercatat lebih dari 1000 ton durian Indonesia telah diekspor ke berbagai negara seperti China, Hongkong, Malaysia, Vietnam, Timur Tengah, Saudi Arabia, Qatar hingga negara Eropa seperti Belanda dan Portugal,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Sampai saat ini, kata Prihasto, sudah 104 varietas durian terdaftar di Kementerian Pertanian sebagai varietas unggul. Itu belum termasuk varietas baru yang belum terdaftar namun terbukti memiliki keunggulan sebagai juara dari berbagai kontes dan lomba di tingkat daerah maupun nasional. 

Beberapa varietas unggulan nasional di antaranya adalah Berbagai jenis durian lokal antara lain durian Bido, Matahari, D 168, Bawor, Pelangi, Srombut, Petruk, Pelangi, Madu Racun, Bangau, Mas, Sitokong, Sunan, Petruk, Perwira, Tembaga, Matahari, Kajang, Bentara, Menoreh Kuning, Bestala, Ripto, Bawor (Kromo Banyumas), SoJ (Sunrise of Java/Durian Merah), MK Hortimart dan sebagainya.

“Pengembangan durian ke depan diharapkan dapat memenuhi permintaan dalam negeri, menekan impor bahkan meningkatkan ekspor. Program pengembangan kawasan durian yang dilakukan Kementerian Pertanian telah dimulai sejak 2012 tercatat seluas 4.155 hektare di berbagai sentra produksi utama,” jelas pria yang akrab dipanggil Anton ini. 

Anton menjelaskan, sejak 2016 Ditjen Hortikultura menginisiasi pengembangan kawasan buah komersial terintegrasi dengan pola inti plasma yang bekerja sama dengan swasta. Pengembangan kawasan buah terintegrasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas sebagai upaya memenuhi permintaan konsumen.

Sasaran dari pengembangan kawasan buah yakni peningkatan produksi, peningkatan daya saing, peningkatan ekspor, subtitusi impor dan meningkatnya kesejahteraan petani. Peningkatan kualitas dan daya saing buah pada suatu kawasan dicapai melalui penerapan GAP/SOP dan GHP dan didukung tersedianya sarana produksi, sarana prasana budidaya serta kegiatan pendukung lainnya.

“Pengembangan buah komersial dilaksanakan di 6 provinsi/kabupaten dengan total luas 125 hektare sejak 2016 lalu. Pelaksanaan kebun komersial dan pengembangan skala orchard dilakukan dengan melibatkan avalis (pelaku usaha) yang terlibat dan pendamping baik dari Perguruan Tinggi atau instansi terkait lainnya. Kebun buah durian terdapat di Kabupaten Pati dengan komoditas durian seluas 20 hektare dan Kabupaten Kebumen seluas 10 hektare adalah contoh suksesnya,” jelasnya.  

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018