Minggu, 08 Desember 2019


Pemerintah Siapkan Kawasan Korporasi Durian di Kalbar

30 Agu 2019, 14:03 WIBEditor : Gesha

Pemerintah mempersiapkan kawasan hortikultura durian di Kalimantan Barat | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

TABLOIDSINARTANI.COM, Pontianak --- Provinsi Kalimantan Barat terkenal sebagai produsen durian yang pada 2018 menghasilkan lebih dari 25 ribu ton. Varietas unggulan di antaranya Srumbut, Aspar, Rajamabah, Lokad dan sebagainya tersebar di berbagai daerah seperti Sanggau, Melawi, Sambas, Mempawah dan Bengkayang.

Dukungan pengembangan kawasan durian dari Kementerian Pertanian dilakukan sejak 2012 hingga sekarang. Lebih dari 300 hektare kawasan durian telah dikembangkan di Kabupaten Sanggau, Sambas dan Bengkayang baik untuk kawasan reguler maupun kawasan di perbatasan Malaysia. Pada 2019 melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera mengalokasikan 300 benih durian atau setara 3 hektare untuk 300 orang yang tergabung dalam 10 kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Sambas. 

Guna mendorong produktivitas, Direktorat Jenderal Hortikultura tengah mempersiapkan terobosan baru bernama Grand Design Hortikultura. Konsep berbasis korporasi ini akan dilaksananakan selama lima tahun terhitung 2020 – 2024 dengan skala luas. Korporasi hortikultura ini dilaksanakan dengan mengembangkan one region one variety (OROV). Kawasan korporasi menggabungkan sentra-sentra kecil menjadi satu kesatuan tangguh diperkuat dengan pendampingan dan teknologi.

Untuk pengembangan kawasan korporasi komoditas durian di Provinsi Kalimantan Barat lokasi yang terpilih adalah Kabupaten Sanggau seluas 100 hektare. Harapannya dalam beberapa tahun ke depan durian Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan mampu menjadi raja di pasar internasional.

"Hortikultura saat ini keberadaannya tidak jauh beda dengan satu batang lidi, kecil dan menyebar. Seandainya bisa bersatu menjadi sapu lidi, luar biasa kekuatan kita. Saya ingin ke depan hortikultura seperti itu. Bersatu, kuat dan bisa bermanfaat dengan cara berbasis korporasi tadi, one village one priority, sehingga daya tawarnya mempunyai taring sampai ke luar negeri. Tentunya kami sangat membutuhkan banyak dukungan pihak lain. Harus kerja bareng," terang Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Program ini memerlukan sinergitas antar Direktorat lingkup Ditjen Hortikultura. Contohnya untuk program pengembangan kawasan durian berdaya saing, Direktorat Buah menentukan kabupaten mana yang lahan dan agroklimatnya sesuai.

Direktorat Perbenihan fokus menyediakan benih unggul bermutu. Direktorat Perlindungan mendukung dari aspek pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman-red), serta Direktorat pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura akan masuk on farm, mutu (GAP, GHP), pasar (promosi, kemitraan, market intelligence).

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018