Friday, 01 July 2022


Inilah Cara Kendalikan Hama Lalat Buah Cabai Ramah Lingkungan

06 Jun 2022, 09:37 WIBEditor : Yulianto

Hama lalat buah | Sumber Foto:Dewi R

TABLOIDSINARTANI.COM, Palangka Raya---Cabai menjadi salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat.  Selain memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, cabai juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun dalam budidayanya, petani kerap menghadapi persoalan, terutama serangan hama lalat buah.

Di Indonesia saat ini telah dilaporkan ada 66 spesies lalat buah. Species yang dikenal sangat merusak yaitu Bactrocera spp. Dalam kondisi iklim yang sejuk, kelembaban yang tinggi dan angin yang tidak terlalu kencang, intensitas serangan dan populasi lalat buah akan meningkat. Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap sebaran dan perkembangan hama.

Serangkan lalat buah ini sulit sekali untuk dikendalikan. Akibatnya, produksi dan mutu cabai menjadi rendah, bahkan tidak jarang mengakibatkan gagal panen, karena buah menjadi busuk dan berjatuhan ke tanah.

Seperti yang dirasakan Susilo, petani di Kelurahan Banturug, Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Hampir 70 persen tanaman cabainya terserang lalat buah yang menyebabkan banyak cabai yang berjatuhan dan mengakibatkan gagal panen. Sementara buah yang masih sehat dagingnya berwarna bitik atau bulat hitam seperti ada tusukan.

“Biasanya lalat buah yang sudah masuk ke dalam buah cabai terlihat seperti setengah busuk, sehingga tidak bisa di panen dan mengajibatkan gagal panen,ucap Susilo. Untuk mengurangi kerugian yang makin besar, Susilo pun melalukan panen dini dengan memanen buah yang masih hijau.

“Jika lambat panen, maka akan semakin banyak tanaman yang terserang serang lalat buah. Memang jika dipanen muda mengakibatkan harga turun. Tapi jika dibiarkan akan lebih banyak lagi buah yang tidak bisa di panen, tambahnya.

Ganasnya serangan lalat buah ini karena larva lalat buah selama hidupnya akan hidup, makan dan berkembang di dalam buah cabai. Sedangkan lalat buah dewasa akan aktif terbang pada jam 06:00–09:00 pagi atau sore hari jam 15:00–18:00. Ini yang patut diwaspadai petani.

Petani pun harus mentahui bagaimana ciri cabai yang terserang lalat buah. Gejala serangan ditandai dengan adanya noda-noda kecil bekas tusukan ovipositor. Buah yang baru ditusuk akan sulit dikenali karena hanya ditandai dengan titik hitam yang kecil sekali. Kerusakan pada daging buah bagian dalam tidak dapat dilihat, karena permukaan buah tetap mulus.

Namun, jika buah cabai dibelah, maka akan terlihat biji-biji berwarna hitam, daging buah busuk, lunak, dan ada belatung yang merupakan larva lalat buah. Luka tusukan lalat buah dapat menyebabkan masuknya infeksi sekunder berupa penyakit busuk buah, baik dari cendawan maupun bakteri. Pada tingkat serangan parah, buah cabai banyak yang busuk dan rontok.

Bagaimana trik pengendalian lalat buah? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Dewi Ratnasari (BPTP Kalteng)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018