Kamis, 09 Februari 2023


Ragam Cara Kendalikan Lalat Buah

06 Jun 2022, 09:37 WIBEditor : Yulianto

Hama lalat buah | Sumber Foto:Dewi R

Hama yang memang salah satu di takuti oleh petani di Kelurahan Banturung salah satunya adalah lalat buah. Selama ini petani belum bisa mengendalikan serangan lalat buah. Bahkan banyak petani yang justru tergantung pada penggunaan insektisida sintetik untuk mengendalikan hama tersebut.

Karena itu perlu alternatif untuk pengendalian hama lalat buah yang ramah lingkungan. Pengendalian yang ramah lingkungan dapat dengan beberapa cara atau teknologi.

Pertama, melalui kultur teknis/sanitasi lahan yaitu dengan mengumpulkan buah yang jatuh atau busuk, kemudian dimusnahkan dan dibakar atau dibenamkan di dalam tanah. Pengendalian kultur teknis lainnya menggunakan perangkap lem kuning, pengasapan dan pemasangan mulsa plastik.

Kedua, cara fisik/mekanis. Petani dapat menggunakan perangkap atraktan metyl eugenol/cuelure yang digantung dalam perangkap yang terbuat dari bekas air mineral untuk menangkap lalat jantan. Ketiga, pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan cara menghasilkan lalat buah jantan mandul dan dengan memanfaatkan musuh alami.

Keempat, pengendalian secara kimia dapat dengan cara pengabutan atau pengasapan, kemudian dilakukan pencampuran insektisida dengan zat penarik. Pengendalian secara kimiawi hendaknya menjadi alternatif terakhir.

Sementara itu Balittro, Badan Litbang Pertanian telah menemukan tiga formula dari tanaman (pestisida nabati) untuk mengendalikan lalat buah. Pertama, Atlabu. Atlabu merupakan atraktan untuk memerangkap hama lalat buah dengan cara diteteskan pada kapas di dalam perangkap yang terbuat dari botol air mineral, kemudian hama masuk dan terperangkap (mati).

Antrakan methyl eugenol yang merupakan senyawa pemikat serangga, terutama lalat buah jantan. Sifat kimia methyl eugenol yang relatif mirip dengan pheromone seks yang dihasilkan lalat buah menjadi daya tarik lalat buah jantan.

Pemasangan perangkap metyl eugenol sebaiknya dilakukan sejak tanaman cabai masih kecil atau setidaknya sejak tanaman berusia 1 bulan setelah tanam. Beberapa produk metil eugenol yang banyak beredar dipasaran antara lain petrogenol, ocimol atau melanol.

Kedua, Azanol yang umpan pemikat beracun yang dapat diaplikasikan pada segumpal kapas atau sabut kelapa dan digantungkan di pohon. Ketika hama menyentuh umpan tersebut akan teracuni dan mati. Ketiga, ME-Sticky yang lem pemikat yang dioleskan pada plastik atau permukaan apa saja. Hama akan tertarik dan melekat pada lem tersebut dan mati.

Dengan cara ini diharapkan petani bisa terhindar hama lalat buah dan cabai yang dihasilkan lebih sehat. 

Reporter : Dewi Ratnasari (BPTP Kalteng)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018