Senin, 22 April 2024


Standardisasi Pertanian Tingkatkan Daya Saing , BSIP Kementan dan Kabupaten Inhil Teken Kerjasama

28 Peb 2024, 16:39 WIBEditor : Gesha

Pj. Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, ST, MT, bersama Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan, Prof. Dr. Fadjry Djufry, menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kerjasama dalam bidang pertanian, dengan fokus pada stand | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kepala BSIP Kementan dan Bupati Inhil Riau tandatangani kesepakatan kerjasama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui standarisasi pertanian guna mendukung inovasi dan kualitas produk serta memperluas pasar bagi petani di Riau.

Pj. Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, ST, MT, bersama Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan, Prof. Dr. Fadjry Djufry, menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kerjasama dalam bidang pertanian, dengan fokus pada standardisasi instrumen pertanian, di Kantor Pusat BSIP, Jakarta, Rabu (28/02).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat terkait, termasuk Sekretaris BSIP, Dr. Haris Syahbuddin, Kepala Pusat dan Balai Besar lingkup BSIP, Asisten II Pemda Inhil, Kadis PTPHP Inhil, Kadis Perkebunan Inhil, serta Kepala BSIP Riau, Dr. Shannora Yuliasari.

Adapun Ruang lingkup Nota Kesepakatan mencakup beragam aspek, mulai dari pembangunan pertanian berdasarkan kearifan lokal Kabupaten Indragiri Hilir, pengujian dan penerapan standar instrumen pertanian, hingga pemanfaatan potensi daerah dan sumber daya manusia dalam bidang pertanian untuk pembangunan pertanian di Kabupaten tersebut.

Selain itu, nota kesepakatan juga mencakup berbagai kegiatan lain yang disepakati oleh kedua belah pihak, menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama dan pembangunan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Kepala BSIP, Fadjry Djufri, mengapresiasi inisiatif kerjasama ini dan berharap dapat melihat implementasinya di lapangan. BSIP telah berhasil menghasilkan berbagai produk unggulan, termasuk varietas tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

Beberapa varietas yang telah dilepas dari Kabupaten Inhil adalah kelapa Sri Gemilang dan manggis Ratu Tembilahan.

Selain itu, terdapat juga varietas padi lokal pasang surut Inhil yang saat ini dalam proses pelepasan varietas.

“Pemanfaatan standardisasi bidang pertanian sangat penting karena kedepannya semua produk pertanian dari hulu sampai hilir harus terstandar dan tersertifikasi," ungkap Fadjry.

Pj. Bupati Inhil, Herman, menyoroti potensi besar pertanian di Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya lahan sawah yang merupakan yang terbesar di Provinsi Riau. Namun, ia juga mengakui bahwa potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Oleh karena itu, Pemda Inhil terus mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas dengan menanam padi dua kali dalam setahun, sambil melarang perubahan fungsi lahan pertanian.

Selain itu, Bupati juga aktif mendorong asuransi pertanian guna mengurangi risiko gagal panen dan memotivasi petani untuk meningkatkan pertanaman.

Sebagai langkah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut, dilakukan dua penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Inhil, Umar, SP, dan Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Sutarna, S.Sos, MH, dengan Kepala BSIP Riau, Dr. Shannora Yuliasari.

Langkah ini menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Indragiri Hilir, serta memperkuat implementasi dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya.

Reporter : Nattasya
Sumber : BPSIP RIAU
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018