Kamis, 23 Mei 2019


Dengan Bioparafin, Batik tambah Cantik plus Ramah Lingkungan

02 Apr 2019, 14:43 WIBEditor : Gesha

Dengan menggunakan bioparafin, batik menjadi lebih cantik dan ramah lingkungan | Sumber Foto:BPPT

Dengan menggunakan bioparafin tidak mengeluarkan asap dan tidak menguap, sehingga lebih ramah lingkungan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kegiatan cinta lingkungan kini semakin digencarkan. Salah satunya menghasilkan batik yang cantik dengan menggunakan bioparafin.

Dalam pembuatan batik, penggunaan parafin sangatlah dibutuhkan sebagai campuran lilin batik (lilin malam) sebagai perintang warna.  Dalam lilin batik, penggunaan parafin sebanyak 15-30 persen. 

Menurut dari Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Indra Budi Susetyo, parafin merupakan produk samping hasil pengolahan minyak bumi mentah.

“Seperti yang kita tahu, minyak bumi ini merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, makanya kita mencoba  menghasilkan parafin dari turunan minyak sawit. Kita namakan bio paraffin,” katanya saat acara dalam acara 3rd International Conference and Expo on Indonesia Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO).

Bio parafin sendiri merupakan industri oleokimia hilir. Dari crude trigliserida minyak nabati (minyak sawit), diurai lewat penyulingan (refinery) lalu menghasilkan oleochemical  berupa asam lemak dan hasil akhirnya berupa bio parafin.

“Caranya hampir sama dengan yang dari minyak bumi. Hanya bahan baku utamanya saja yang berbeda, menggunakan turunan dari minyak sawit,” jelasnya.

Kebutuhan bioparafin untuk industri batik sekitar 300 ribu ton per tahun. Hanya dibutuhkan sekitar 750 ribu ton minyak sawit, sehingga dapat dipenuhi dari produksi minyak sawit nasional sekitar 40 juta ton per tahun.

Menggunakan bioparafin dapat dikatakan menghasilkan produk batik yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan bioparafin tidak mengeluarkan asap dan tidak menguap, sehingga lebih ramah lingkungan.

Untuk saat ini perajin batik yang menggunakan bioparafin kebanyakan di Banyumas dan Yogyakarta. Hasilnya sendiri, menurut Indra tidak ada perbedaan yang signifikan dengan parafin yang konvensional.

Tetapi hasil lebih bersih dibandingkan parafin minyak bumi. “Yang jelas produknya jadi ramah lingkungan,” pungkas Indra. 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018