Friday, 18 June 2021


BBPBL Lampung Lakukan Budidaya Ramah Lingkungan

26 Oct 2020, 10:24 WIBEditor : Indarto

Budidaya kuda laut | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

KKP akan terus konsen pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan peluang berusaha di bidang perikanan budidaya.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung---- Kinerja Budidaya laut yang dikembangkan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung hingga saat ini cukup memuaskan. Selain melakukan budidaya ramah lingkungan, BBPBL Lampung diharapkan mampu membantu masyarakat di sekitar untuk dapat membudidayakan ikan dengan cara yang baik dan benar.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, saat kunjungan kerja dalam rangka reses Komisi IV ke Provinsi Lampung mengatakan, berbudidaya yang baik dan benar bukan hanya keuntungan. Namun, ada manfaat ekonominya bagi masyarakat dan lebih penting lagi yaitu alamnya terjaga dengan baik.

“ Kalau hanya hasilnya saja yang kita inginkan tetapi alamnya rusak, saya juga tidak mau," ujar Sudin, di Lampung, Senin (26/10).

Turut mendampingi kunjungan tersebut, jajaran KKP yang dipimpin oleh Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia (BRSDM), Sjarief Widjaja, juga para pejabat dari Kementerian Pertanian, Bulog, Perinus, Perindo dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi IV DPR RI juga meninjau sarana dan prasarana yang ada di BBPBL Lampung. Mereka juga melihat berbagai komoditas budidaya laut yang telah dikembangkan seperti kakap putih, kerapu, kobia, bawal bintang, teripang, kuda laut, rumput laut kultur jaringan, ikan hias laut serta lobster.

Pada kesempatan tersebut, KKP juga memberikan bantuan sarana produksi budidaya sebesar Rp 2 miliar lebih kepada 10 kelompok pembudidaya ikan yang ada di Provinsi Lampung. Bantuan yang diberikan berupa benih ikan laut sebanyak 138.600 ekor, pakan mandiri sebanyak 37.500 kg, bibit rumput laut kultur jaringan sebanyak 12.000 kg, bantuan sarana prasarana budidaya ikan hias laut sebanyak 5 paket dan bantuan teknologi budidaya sistem bioflok sebanyak 7 paket, serta 2 unit bantuan Karamba Jaring Apung (KJA).

“ Potensi budidaya perikanan sangat besar sekali namun SDM-nya harus diperbaiki sehingga DPR akan terus membantu masyarakat karena merupakan tugasnya,” ujar Sudin.

Sudin juga mengaku, kalau Lampung adalah daerahnya, sehingga dirinya  dituntut untuk berbuat lebih baik, dibuka lapangan kerja, pengetahuan dengan cara pelatihan dan bantuan produksi budidaya gratis.

“ Bantuan tersebut akan menaikkan taraf hidup rakyat apalagi sedang  dilanda pandemic covid-19 sehingga jangan sampai ada rakyat kelaparan,” kata Sudin.

Di tempat terpisah,  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan,  KKP akan terus konsen pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan peluang berusaha di bidang perikanan budidaya. Sebab, aspek kesejahteraan dan kebercukupan pangan saat ini mulai bertumpu pada subsektor perikanan budidaya.

 “Kita terus berkomitmen untuk mendorong program yang langsung menyentuh masyarakat pembudidaya ikan. Saya juga akan pastikan bahwa program Ditjen Perikanan Budidaya selalu berbasis pada kebutuhan masyarakat pembudidaya sehingga benar-benar menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi pembudidaya ikan," kata Slamet.

Kepala BBPBL Lampung, Ujang Komarudin  mengatakan,  BBPBL Lampung akan terus melakukan pelayanan bagi masyarakat. Ada beberapa pelayanan yang diberikan secara cuma-cuma. Diantaranya, pelayanan teknologi seperti teknologi pembenihan dan pembesaran yang terkait dengan budidaya laut sehingga nantinya dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

“ BBPBL Lampung juga bertugas memberikan bantuan benih dan pakan bermutu karena memang masyarakat juga masih ada yang kesulitan. Kita harapkan bantuan-bantuan ini menjadi stimulus sehingga membantu meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan," pungkasnya.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018