Kamis, 23 Mei 2019


Kendalikan Layu Fusarium pada Bawang Putih dengan Asap Cair

09 Mei 2019, 14:40 WIBEditor : Gesha

petugas POPT Kecamatan Candiroto, Kelompok Tani Suluh Remboko, Cuk Sudaryanto, penggunaan asap cair ini untuk mengendalikan penyakit layu yang disebabkan cendawan fusarium pada bawang putih dan setelah 2 kali aplikasi hasilnya efektif. | Sumber Foto:ENUNG

"Dosis yang dipakai untuk 1 liter asap cair dilarutkan ke dalam 15 liter air tawar kemudian diaduk rata dan untuk tangki kapasitas 14 liter hanya membutuhkan 2 gelas dari campuran tadi," tutur Cuk.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Temanggung --- Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan swasembada bawang putih adalah adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Karena itu, pemilihan pestisida nabati harus bisa dilakukan petani, salah satunya dengan penggunaan asap cair.

Adapun OPT yang sering menyerang tanaman bawang putih di daerah ini antara lain layu Fusarium. Salah satu bahan pengendali OPT yang mulai diterapkan petani adalah asap cair.

Menurut Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Temanggung, Rohmat, asap cair merupakan hasil kondensasi/pengembunan uap hasil pembakaran baik langsung atau tidak langsung dari bahan yang mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa dan senyawa karbon lainnya.

Proses pembuatan asap cair pembakaran tanpa udara, pengembunan dengan mendinginkan asap sehingga berubah menjadi cair menghasilkan fenol, karbonil, asam, furan, alkohol, lakton, hidrokarbon, polisiklik, aromatik, dan lain-lain.

Bahan baku asap cair antara lain kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, serbuk gergaji kayu dan tongkol jagung.

Menurut petugas POPT Kecamatan Candiroto, Kelompok Tani Suluh Remboko, Cuk Sudaryanto, penggunaan asap cair ini untuk mengendalikan penyakit layu yang disebabkan cendawan fusarium pada bawang putih dan setelah 2 kali aplikasi hasilnya efektif.

Bahan baku yang digunakan petani  untuk membuat asap cair adalah sekam dengan alat yang digunakan hasil modifikasi petani sendiri.

"Dosis yang dipakai untuk 1 liter asap cair dilarutkan ke dalam 15 liter air tawar kemudian diaduk rata dan untuk tangki kapasitas  14 liter hanya membutuhkan 2 gelas dari campuran tadi," tutur Cuk.

Bimtek
Untuk diketahui, bawang putih merupakan komoditas hortikultura yang mendapat perhatian khusus karena ditargetkan untuk bisa swasembada pada Tahun 2021. Temanggung merupakan salah satu daerah sentra produksi sayuran termasuk bawang putih.

Dalam rangka menyukseskan program swasembada bawang putih, Temanggung ini menjadi salah satu kabupaten penyedia benih bawang putih, hal tersebut karena luas tanam bawang putih di daerah ini cukup luas. 

Berdasarkan data realisasi luas tanam tahun 2018, luas bawang putih di Kabupaten Temanggung seluas 2.689 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin dalam acara Bimbingan Teknis Budidaya Bawang Putih Ramah Lingkungan bagi Petani Bawang Putih, menyampaikan bahwa Dinas Pertanian sangat mendukung budidaya ramah lingkungan bahkan budidaya ramah lingkungan sudah dicanangkan Dinas pada tahun 2016.

"Dukungan tersebut antara lain dibuktikan bahwa Dinas dan petugas POPT sering mensosialisasikan penggunaan bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan," tutur Masrik.

Pada kegiatan Bimbingan teknis tersebut  disosialisasikan oleh narasumber terkait kewaspadaan dan pengendalian OPT virus, ulat bawang, cendawan, dan nematoda pada bawang putih secara ramah lingkungan.

Antara lain pengendalian ulat bawang menggunakan Spodoptera litura - Nuclear Polyhedrosis Virus ( Sl-NPV),  implementasi PHT pada pengendalian cendawan dan nematoda, serta tindakan pencegahan dari mulai pengolahan lahan sampai pascapanen.

Direktorat Perlindungan Hortikultura juga memberikan bantuan berupa perangkap feromon sex kepada Dinas Pertanian yang nantinya akan diberikan kepada petani.

Selain itu juga Ditlin mensosialisasikan penerapan pengendalian OPT yang ramah lingkungan seperti penggunaan perangkap feromon sex, pembuatan PGPR, Trichoderma dan pembuatan asap cair.

Reporter : Enung Hartati
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018