Wednesday, 26 February 2020


Bangun Industri Pakan, NTB Incar Pasar Ekspor ke Australia

21 Jan 2020, 13:16 WIBEditor : Yulianto

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat melihat peternakan sapi di salah satu kelompok ternak | Sumber Foto:Syamsul

UPP Ruminansia ini merupakan pengolahan pakan ternak dengan perpaduan dari bahan baku daun lamtoro, kulit kacang, dedak dan bungkil inti sawit

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Timur---Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi. Kini provinsi yang dipimpin Zulkieflimansyah itu mulai menatap pengembangan industri peternakan yang lebih maju dengan membangun industri pakan ternak.

Dengan adanya industri pakan ternak ini akan efektif dalam mendukung industrialisasi di sektor pertanian,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat meluncurkan Unit Pengolahan Pakan (UPP) Ruminansia di Kelompok Tani Ternak (KTT) Bareng Mele II, Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Rabu (15/1). Gubernur NTB tersebut didampingi Bupati Lombok Timur, M. Sukiman Azmy, M.M dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan  Hewan Provinsi NTB).

Menurut Zulkieflimansyah, UPP Ruminansia ini merupakan pengolahan pakan ternak dengan perpaduan dari bahan baku daun lamtoro, kulit kacang, dedak dan bungkil inti sawit. “Dengan adanya industri pakan, saya harapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak, khususnya di desa, bahkan direncanakan mampun bersaing dan menjual ke laur daerah,” katanya.

Gubernur NTB itu menilai, kunci suksesnya industri peternakan harus dibarengi dengan adanya industri pabrik pakan yang baik dibarengi peningkatkan sumber daya manusia yang memadani. Sehingga ke depan akan mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya akan kualitas peternakan maupun pakan ternak. “Ke depan, saya berharap, kesuksesan petani ternak bukan dari hasil menjual ternak, namun karena hasil menjual pakan ternak,” katanya.

Gubernur NTB itu mencontohkan, saat ini negara yang sudah maju industri peternakannya seperti Australia, justru sangat kekurangan pakan. Karena itu ia berharap hasil produksi pakan NTB dapat diekspor ke luar negeri, seperti Australia. Dengan demikian secara langsung dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan ekonomi petani serta menengaskan kemiskinan di NTB.

"Kita berharap akan banyak petani ternak yang sukses bukan karena jual sapinya, tapi karena jual pakan. Jadi ke depan kita harapkan hasil produksi pakan bisa diekspor ke luar negeri," tegasnya. Saat ini lanjut Zulkieflimansyah, pengembangan industri pabrik pakan merupakan suatu keharusan mengingat potensi bahan baku yang tersedia cukup memenuhi.

Karena itu ia berharap dengan peluncuran UPP Ruminansia akan menjadi langkah awal dalam memulai dari hal kecil dan akan terus mampu ditingkatkan menjadi lebih besar dimasa akan datang.Semoga dengan launching ini, industri pakan kita akan maju dan industri peternakan kita juga akan semakin maju," katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB bersama Bupati Lombok Timur juga menyerahkan Asuransi Ternak Sapi/Kerbau kepada Kelompok Tani Ternak Geger Girang, KTT. Pade Pacu dan KTT. Permai, sebesar Rp 10 juta dan Rp 6,5 juta.

Reporter : Syamsul R dkk
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018