Saturday, 15 August 2020


Bantu Dorong Sikomandan, Ditjen PKH Ajak Univeristas Udayana

29 Jul 2020, 14:20 WIBEditor : Yulianto

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita dengan Wakil Rektor Unud, Ida Bagus Wyasa Putra saat MoU SiKomandan | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Denpasar---Untuk mendorong peningkatan produksi sapi dan kerbau andalan negeri (Sikomandan), Kementerian Pertanian melalui Direkrorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian menggandeng Universitas Udayana (Unud), Bali.

Menurut Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, selain fokus pada Sikomandan, kerjasama ini juga menyangkut pengembangan sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta percepatan pelaksanaan program pembangunan bidang peternakan dan kesehatan hewan.  Unud diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas Sapi Bali dengan perbaikan mutu genetik dan bibit yang dimiliki.

"Peran akademisi sangat penting dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, terlebih Universitas Udayana yang ada di Bali dengan plasma nutfah aslinya yakni Sapi Bali," kata Ketut saat menyampaikan penandatanganan Nota Kesepahaman di Denpasar, Bali, Senin (27/7).

Ketut menjelaskan, dalam jangka panjang, perbaikan mutu bibit dan genetik ternak diperlukan untuk mendukung pemenuhan kecukupan protein hewani yang berasal dari produk hewan dalam negeri sesuai amanat Permentan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Saat ini ungkap Ketut, peningkatan produksi sapi dan kerbau dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan dari hulu sampai hilir. Termasuk didalamnya peningkatan kelahiran melalui kawin alam atau inseminasi buatan, peningkatan produktifitas melalui tunda potong dan pemenuhan kecukupan pakan, pengendalian penyakit hewan dan reproduksi, penjaminan keamanan dan mutu pangan, serta distribusi serta pemasaran.  

Melalui Nota Kesepahaman ini, Ketut berharap Unud dapat memberikan bantuan keahlian, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia, penelitian dan/atau pengembangan teknik metoda, peningkatan jejaring, kapasitas, dan kompetensi kelembagaan, serta pendampingan program/kegiatan PKH.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dalam rangka pemenuhan kecukupan protein hewani dan memenuhi kebutuhan produk hewan dalam negeri, memang diperlukan produksi sapi dan kerbau sebagai komoditas andalan dalam negeri.

Karena itu, untuk mewujudkan kecukupan protein hewani tersebut, sebagai landasan dalam pelaksanaannya telah diterbitkan Permentan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Informasi, Ida Bagus Wyasa Putra menyampaikan, pihak Unud menyabut baik kerjasama ini. Dengan Tri Dharma perguruan tinggi, pihaknya berharap dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan secara nasional dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. "Kami siap menindaklanjuti kerjasama ini, semoga Unud dapat berkontribusi besar dalam mendukung program-program Ditjen PKH," katanya.

 

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018