Sunday, 11 April 2021


Sikomandan di Kaltara Melebihi Target

25 Mar 2021, 13:46 WIBEditor : Ahmad Soim

Evaluasi Sikomandan di Kaltara | Sumber Foto:Ibnu Abas

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan -- Program Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Kalimantan Utara (Kaltara) melebihi target yang ditetapkan pemerintah.

Sapi kerbau komoditas andalan negeri adalah salah satu program andalan yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) awal tahun 2020 lalu. Program ini diharapkan dapat meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau dalam negeri.

Bedasarkan pengalaman pelaksanaan Sikomandan tahun 2020, Provinsi Kalimantan Utara  dapat mencapai target diatas 100 %, maka tidak menutup kemungkinan untuk kita mencapai kinerja melebihi dari target tahun 2021.

Kita patut berbangga atas capaian Sikomandan  masing-masing kabupaten/kota selama ini, dimana Kabupaten Bulungan, Malinau, Tana Tidung, Nunukan dan Kota Tarakan telah dapat menyelesaikan target Sikomandan tahun  2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Wahyuni Nuzband, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara secara tertulis yang dibacakan oleh Diana Risawaty sekretaris DPKP, pada acara pembukaan pertemuan  optimalisasi reproduksi (Sikomandan) dan rapat teknis perbibitan ternak yang  dilaksanakan oleh DPKP  Provinsi Kalimantan Utara tahun 2021 di Grand Pangeran Khar Hotel Jalan Katamso Tanjung Selor Bulungan, 22-24 Maret 2021.

BACA JUGA:

“Sikomandan adalah rangkaian pelaksanaan program percepatan peningkatan populasi ternak di Provinsi Kalimantan Utara, dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani bagi masyarakat yang bersumber dari ketersediaan daging sapi/kerbau lokal,” ujarnya.

Ia mengakui, bahwa sebagian besar ketersediaaan daging masih dipenuhi dari daging import atau ternak yang berasal dari daerah lain.

“Pelaksanaan program Sikomandan diharapkan menjadi kunci utama saat ini mengatasi permasalahan kekurangan ketersediaan daging lokal,  mengingat anggaran pembangunan daerah sektor peternakan pun makin rendah,” terangnya.

Rencana perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita semua, untuk mempersiapkan bahan pangan asal ternak bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi warga ibu kota negara nantinya, Kalimantan Utara diharapkan menjadi wilayah penyangga dalam segala ketersediaan bahan kebutuhan pangan.

“Sektor perbibitan dan produksi ternak sangat diharapkan menjadi tulang punggung ketersediaan produk pangan asal ternak, untuk itulah diharapkan pada pertemuan ini dapat diperoleh kebijakan pengembangan kawasan peternakan, serta pembahasan isu strategis bidang peternakan saat ini,” harapnya.

Menurut Kadis, isu-isu startegis bidang peternakan saat ini adalah ketidakstabilan ketersediaan ayam pedaging, pengembangan kawasan peternakan yang belum tertata dengan baik, kebijakan pemasukan pengeluaran ternak yang belum berjalan dengan dinamis, perkembangan bantuan pemerintah yang belum dioptimalkan,  serta hal-hal teknis perbibitan lainnya yang berkaitan dengan percepatan peningkatan produksi ternak.

“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada semua pihak atas pencapaian target Sikomandan 2020 dan menyongsong program Sikomandan tahun 2021, dengan harapan target Sikomandan 2021 akan tercapai sebanyak 1500 akseptor,” pungkasnya.

Kegiatan ini berjalan lancar sesuai renacana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, dihadiri oleh masing-masing perwakilan DPKP kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Utara.

---+

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018