Monday, 19 October 2020


KKP Bakal Tanam Terumbu Karang Seluas 50 Ha di Bali

07 Oct 2020, 14:43 WIBEditor : Indarto

Tanam terumbu karang | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Pemda Bali untuk segera menentukan lokasi sekaligus mengeluarkan izin untuk kegiatan transplantasi terumbu karang.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimis program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali akan berjalan sesuai rencana dan akan rampung tahun ini. Dalam kegiatan tersebut pemerintah menargetkan melakukan transplantasi atau penanaman kembali terumbu karang di lima lokasi di Pulau Dewata seluas 50 hektare (Ha).

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk konservasi atau pemulihan ekosistem pesisir laut, khususnya terumbu karang. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja dari tumbuhnya destinasi wisata bahari di Bali,  serta membuka peluang eco-eduwisata.

"Secara prinsip pelaksanaan ini sudah sangat maju, teman-teman dari KKP dan Menko selalu koordinasi. Pelaksanaannya kami sangat yakin sesuai waktu walaupun 50 hektare," kata Menteri Edhy saat rapat koordinasi bersama Menko Kemaritiman dan Investasi yang digelar secara virtual, di Jakarta, Rabu (7/10).

Menteri Edhy meminta Pemda Bali untuk segera menentukan lokasi sekaligus mengeluarkan izin untuk kegiatan transplantasi terumbu karang. Diharapkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperbolehkan pengambilan bibit terumbu karang dari alam di luar area konservasi.

Jika nantinya diizinkan, Menteri Edhy memastikan pengambilan bibit alam akan dilakukan secara profesional oleh tangan ahli.

"Dari jumlah memang tidak besar cuma 50 hektare. Ttapi jumlah bibit per hektare 56 ribuan, perlu rekomendasi untuk ambil dari bibit alam tapi bukan dari yang konservasi,"  jelas Menteri Edhy.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku,  akan segera berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kendati demikian, dia berpesan agar pengambilan bibit alam tersebut betul-betul dilakukan oleh seorang yang ahli. 

"Yang ambil tolong diperhatikan orang yang betul-betul ahlinya, boleh nanti saya telpon ibu Siti (Menteri LHK),"  ujar Menko Luhut.

Menko Luhut menilai, ICRG sebagai program yang bagus dan juga didukung Presiden Joko Widodo. Sebab, program ini bisa jadi stimulus dalam rangka pemulihan ekonomi nasional mengingat diimplementasikan melalui padat karya. 

"Program ini bagus sekali, Presiden setuju banget, kita stimulus juga untuk mangrove dan untuk karang. Walaupun jumlahnya 50-an hektare, kalau bagus nanti kita perbanyak," ujarnya.

Ke depan, Menko Luhut meminta KKP kembali menyantumkan program transplantasi terumbu karang. Diharapkan, luasan lokasi ICRG bisa ditingkatkan tiap tahun.

"Tahun depan kita mau bikin berapa, berikutnya berapa," ujar Luhut.

Sesuai rencana, transplantasi terumbu karang di Bali direncanakan akan dilakukan dengan sejumlah metode. Diantaranya, Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (MARRS), atau mengembangkan struktur koral melalui rangka laba-laba yang digunakan untuk mencangkok terumbu karang. Kemudian bioreeftek atau menciptakan media sebagai tempat hidup bagi karang.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018