
Ternak Doma Sumardi
TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai -- Sumardi memulai usaha ternak ikan Gurame dan Nila sejak mulai lajang, yakni tahun 2000 sampai saat ini.
Pasang surut usaha ia alami. Dari kegiatan pembesaran ikan di 2 Kolam ikan, terus berkembang. Dengan jumah karyawan 7 orang, saat ini ia mempunyai lahan kolam ikan 2 ha.
Produksi ikanya ia kirim ke berbagai daerah Sumatera Utara.
Dengan berjalannya waktu, Sumardi merubah dar pembesaran ikan ke khusus memijahkan ikan dengan menjual bibit ikan. Hal ini dilakukannya karena sulitnya dan repotnya menjual ikan besar. Selain itu menurutnya lebih untung dengan menjual bibit ikan, satu ekor bibit ikan gurami ukuran 2 jari dijual Rp 1500/ekor.
Untuk memenuhi kebutuhan bibit ikan Sumardi membeli telur ikan ke Prov Sumatera Barat dan Pulau Jawa.
BACA JUGA:
Dengan kondisi pandemi Sovid 19 merebak yang berjalan hampir dua tahun, Sumardi ikut terkena dampak krisis, usahanya mulai goyang sehingga untuk mengurangi beban biaya operasional, dalam usaha ikan Sumardi mengurangi karyawan dari 7 orang menjadi dua orang dan menutup kolam ikan 70 persen.
Kondisi Covid 19 sampai saat ini juga belum berakhir, maka beliau merubah usahanya menjadi ternak Domba dan bertanam padi sawah di lahan kolam ikan seluas 70 persen yang diitutupnya.
Usaha ternak Domba sudah berjalan hampir satu tahun dengan populasi 100 ekor indukan. Dalam usahanya ini, Ia mengkhususkan pembibitan domba atau pemuliaan, jadi menjual bibit domba.
Sumardi mengharapkan bantuan pemerintah khususnya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan bisa memberikan pembinaan dan bimbingan bagaimana berusaha tani ternak dan pertanian organic. Juga memanfaatkan kotoran domba dan air seni serta limbah kolam ikan menjadi pupuk organik padat dan cair serta pestisida nabati yang pada akhirnya memberikan nilai tambah petani
===
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/