Tuesday, 03 August 2021


Kisah TKI Malaysia Pulang Kampung untuk Berkebun Modal Rp 100 Juta

13 Jun 2021, 09:06 WIBEditor : Ahmad Soim

T Zaini Maulana | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Milenial yang satu ini memilih pulang ke kampung untuk bertani dan merehab kebunnya. Kalau tidak membayar izin tinggal di Malaysia kita selalu dicari dan dikejar, lebih enak hidup di negeri sendiri.

Setelah terkumpul uang Rp 100 juta saya pulang ke kampung halaman dan bertani di kebun. Dia adalah T. Zaini Maulana (39) anak kelima dari delapan bersaudara ini, saat ke Malaysia meninggalkan lahan seluas 1,5 hektar dan tidak terawat. 

Di lahan tersebut kata Zaini, ada tanaman Kakao satu hektar, sisanya ditanam selain Kopi dan Kapulaga juga ada sayuran untuk makan sehari hari. 

Pada tahun 2015, Zaini mulai bercerita awal keberangkatannya ke Malaysia dan bekerja sebagai tukang pangkas di Babershoop dengan penghasilan Rp 200.000 - Rp 300.000 per hari. " Walau ada uang, tapi hidupnya tidak tenang selalu rindu dengan kampung halaman," kenangnya. 

Selanjutnya setelah uangnya terkumpul hingga ratusan juta. Tahun 2019, dibulatkan tekadnya untuk pulang ke kampung dan bertani serta merawat kembali kebun yang selama ini ditinggal. 

Selain digunakan untuk menikah uangnya dimanfaatkan membangun rumah dan dijadikan modal dalam usahatani. Sekarang dia tinggal bersama Istrinya Maulidar (31) dan anak semata wayangnya di Lombo Gampong Ulee Gunong, kecamatan Mane, Kabupaten Pidie. 

Setibanya di kampung sambung Zaini, ia langsung naik ke kebun untuk merehab  kebunnya. "Dengan menanam tanaman yang bernilai ekonomis, tentu hasilnya nanti jauh lebih tinggi ketimbang bekerja di Malaysia," gumamnya. 

BACA JUGA:

Ada 500 batang Kopi KK Kuning yang ditanam katanya, jarak tanamnya 4 x 4 m. Sekarang sudah berumur 2 tahun dan kini mulai berbunga. "Namun karena harga kopi saat ini murah, per kali panen hasilnya sekitar Rp 5 juta," kilahnya. 

Kopi KK kuning katanya, berasal dari Belanda. Pohonnya tinggi seperti tanaman Melinjo, per batang menghasilkan 5 kg, waktu itu jika tiba saat panen dengan cara memanjat. "Namun sekarang setelah diokulasi tingginya hanya 3 meter," ujarnya. 

Dikebunnya, selain kopi KK Kuning, kopi Lampung dan kopi A teng ada juga Kakao dan Kapulaga. Tanaman Kapulaga di kebunnya sebanyak 200 pohon. Tanaman ini memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Manfaatnya bisa dijadikan sebagai bumbu masak dan untuk ramuan obat - obatan. Harganya pun lumayan tinggi Rp 200.000 per kilogramnya. Saat panen mendapatkan hasil Rp 2.000.000. 

Kalau hari Jumat saya tidak pergi ke kebun. Waktunya dimanfaatkan sebagai tukang pangkas. "Alhamdulillah dari usaha tersebut saya mendapatkan rezeki Rp 70.000 - Rp 100.000 dan cukup untuk kebutuhan sehari hari," paparnya. 

Karena giat dan selalu aktif, Zaini sering diajak pihak Dinas untuk mengikuti berbagai ajang pelatihan. Menurutnya ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat serta menambah wawasan dalam penerapan teknologi usahatani. 

Kabid Perkebunan Distan Pidie, Saiful Bahri SP MSi dalam pemaparannya saat acara bimbingan teknis Kakao mengatakan, "Ayo Merawat Kebun Kakao", kalau kita rajin merawat tanaman Kakao, tentu nanti saat panen hasilnya lebih tinggi. "Bukan sebaliknya malah dibiarkan tanamannya yang tinggi sedangkan buahnya berkurang," timpalnya. 

Sementara cukup dipertahankan beberapa cabang produktif yang menghasilkan buah saja. Jika prediksi hasilnya 2 kg saja per pohon, maka per tahun hasilnya menjadi 2 ton. 

"Rata - rata harga biji Kakao sekarang berkisar Rp 30.000, biaya penumpukan sekitar Rp 6.000.000 per tahun. Hasil yang diperoleh meningkat menjadi Rp 60 juta, "pungkasnya.

Untuk itulah alasan Zaini pulang kampung dan melakukan pemangkasan serta peremajaan tanaman Kakao yang pernah ditingalnya selama tiga tahun. 

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018