Tuesday, 03 August 2021


Minuman Jahe Dingin yang Menghangatkan dari Aceh

13 Jun 2021, 09:21 WIBEditor : Ahmad Soim

Minuman jahe dingin | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Aceh sangat kaya dengan berbagai sumberdaya pertaniannya, inovasi pengolahan dan dalam pemasarannya akan bisa memberikan nilai tambah.

Asbahrul Amri ST., M.Sc merupakan dosen muda di Politeknik Aceh Selatan (Poltas). yang memiliki hobi berkebun, menanam dan mengolah Jahe.  Selaku akademisi Bahrul kelahiran Samadua, Aceh Selatan 40 tahun lalu, merupakan alumni Magister COB - College of Business University Utara Malaysia (2013).

Hasil tanaman jahenya tersebut diolah untuk dijadikan produk minuman segar dan bernilai tambah. Hasil miinuman yang diraciknya disimpan dalam kulkas dan bisa tahan sampai 2 minggu. Pemasarannya ada di beberapa super market dan warung kopi yang dijual Rp 20.000 per botol ukuran 200 ml.

Rasanya yang dingin tapi bisa menghangatkan tubuh. "Minuman ini tidak ada efek samping, yang ada malah efek depan," ujarnya berfilosofi.

Jahe ditanamnya dalam media keranjang. Walaupun saat panen hasilnya tidak seberapa tapi kalau diolah menjadi minuman ternyata bisa menambah pendapatan.

Usaha skala rumah tangga yang digeluti Bahrul di label merek Aie Banie (Red Air Banir), yang bermakna kedewasaan suatu pohon yang siap mengeluarkan buah setelah keluar Banirnya," imbuhnya.

Menurutnya, di Aceh Selatan minuman jahe dingin menjadi trend baru. Setiap tamu pemerintah yang datang berkunjung akan disuguhi minuman Jahe dingin.

BACA JUGA:

Produk Aie Banie katanya, sudah memasuki tahun ketiga beredar di pasaran. Pihaknya terus menjajaki peluang pasar  baru.

Produknya juga dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan milenial. Diharapkan mereka dapat termotivasi untuk menjadi wirausaha muda yang maju dan mandiri.

Mengkonsumsi satu botol minuman jahe, berkhasiat menghilangkan rasa gatal - gatal dan melegakan tenggorokan. "Bahkan lebih dari itu minuman jahe dapat menambah stamina dan fitalitas," bebernya. 

Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) yang juga Sekretaris Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia SP, MP mengatakan, pada masa Covid-19 ini, setiap orang dituntut harus bisa berkrearivitas, dan ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi para milenial lainnya.

Jahe memang memiliki nilai ekonomi dalam bentuk olahan. Apalagi minuman ini sehat, menyegarkan serta menghangatkan. "Di masa Pandemi sangat baik mengkonsumsi produk berasal dari Jahe, karena dapat meningkatkan imunitas tubuh," ujarnya.

Dr Basri A. Bakar selaku tim pakar Maporina dan peneliti BPTP Aceh, olahan jahe menjadi minuman merupakan salah satu usaha prospektif dan sangat menjanjikan. 

Agar usaha ini berkelanjutan, perlu adanya pendampingan bagi petani untuk menanam bahan bakunya. Dengan target setiap hasil panen akan ditampung, minimal harganya sama dengan di pasar.

Begitu juga dalam hal pemupukan, tidak harus mengandalkan pupuk kimia, karena kenyataannya rimpang jahe sering busuk. "Namun perlu penambahan pupuk kandang dan pupuk cair organik lainnya, sehingga nanti hasilnya akan lebih baik," tambahnya.

Jika bisa disertifikasi jahe organik dan dikemasannya dicantumkan label organik, "tentu pangsa pasarnya akan semakin mantap dan harganya pun akan semakin tinggi ," timpalnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018