Monday, 08 August 2022


Bulan Agustus, Itjen Kementan Targetkan Kalbar Bebas PMK

27 Jul 2022, 13:27 WIBEditor : Gesha

Penyerahan secara simbolis vaksin PMK untuk Kalbar | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Pontianak --- Mengunjungi Kalimantan Barat (Kalbar), Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan), Jan Maringka menyerahkan sejumlah bantuan vaksin untuk pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Bumi Khatulistiwa ini. Irjen bahkan menargetkan Agustus 2022, Kalbar Bebas PMK.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengajak semua wilayah sentra peternakan di Indonesia untuk mewujudkan Zero PMK melalui kegiatan vaksinasi. “Pengendalian PMK harus dilakukan dengan serius dan berusaha sekuat-kuatnya agar wabah PMK bisa hilang dari Indonesia,” tuturnya dalam setiap kesempatan.

Karena itu, partisipasi stakeholders, baik pemerintah pusat hingga daerah diharapkan bersama-sama membantu peternak dalam pengendalian tindakan penanganan PMK. 

Irjen Kementan, Jan S. Maringka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (29/07) mengatakan bahwa penanganan PMK harus dilakukan secara efektif dan sesuai prosedur yang ada, diantaranya membatasi pergerakan dari kandang ke kandang dan memperketat keluar masuk lalu lintas hewan lintas kota lintas provinsi.

Untuk itu, perlu dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan tersebut.“Penanganan PMK harus berjalan bersama agar efektif dan sesuai dengan prosedur yang ada.Diantaranya membatasi pergerakan dari kandang ke kandang dan memperketat keluar masuk lalu lintas hewan lintas kota lintas provinsi”, ujarnya.

Kementerian Pertanian, lanjut Jan, telah memberikan bantuan vaksin untuk sapi yang rentan PMK serta kompensasi dan bantuan untuk menanggulangi kerugian ekonomi yang dialami oleh masyarakat yang terdampak oleh tindakan depopulasi PMK.

"Diharapkan dengan kebijakan ini mampu mengurangi penyebaran PMK diantara sesama peternak sehingga mereka bisa memperkecil risiko kerugian meluas akibat kematian hewan ternak. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan atau kendala dalam penanganan PMK di Kalimantan Barat dan meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap penyakit PMK, ” katanya.

Jan Maringka bahkan optimis dengan sinergi seluruh stakeholders Pertanian, diharapkan Agustus 2022 mendatang Kalbar bisa bebas PMK. “Karena itu sekali lagi saya mengajak semua pihak untuk jaga pangan kita, menjaga ternak kita untuk mewujudkan Kalbar Bebas PMK," ujarnya. 

Sementara itu, Inspektur 3 Itjen Kementan, Fuadi AK, MPA mengatakan PMK di Kalbar cukup terkendali 0.39 persen dari jumlah nasional yang sakit. Sedangkan yang sembuh 1253 ekor. Untuk yang mati pun hanya sekitar 0.03 persen dari presentase nasional. 

Diakui Fuadi, pemerintah daerah (Provinsi) pun sudah dibentuk Satgas Penanggulangan PMK yang meliputi Pemprov, Kepolisian, Dinas Peternakan dan lainnya. 

Mengenai vaksinasi, khusus Provinsi Kalimantan Barat sudah ada 3900 dosis yang sudah diberikan dan sebanyak 98 persen diantaranya sudah disuntikkan pada sapi sehat untuk pencegahan PMK.

Mempercepat vaksinasi PMK di Kalimantan Barat, Irjen Jan Maringka juga menyerahkan bantuan vaksin PMK bagi ternak di Kalbar yang diberikan saat Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan dan Dialog Jaga Pangan di Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Sanggau.

Tercatat, jumlah vaksinasi yang diberikan langsung oleh Kementerian Pertanian adalah 1500 dosis dari target 2400 dosis untuk Kabupaten Sanggau. Adapun kecamatan – kecamatan di Kabupaten Sanggau yang mendapatkan vaksinasi adalah Kec. Batang Tarang (100 dosis Tahap 1), Kec. Mukok (200 dosis booster dan 800 dosis tahap 1), Kec. Kembaya (100 dosis tahap 1), Kecamatan Sekayam (200 dosis tahap 1) dan Kec. Kapuas (100 dosis tahap 1).

Seperti diketahui, vaksinasi PMK perdana secara nasional dilakukan pada 14 Juni 2022 di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, selanjutnya akan didorong untuk vaksinasi dasar di setiap daerah terdampak PMK, yaitu 2 kali vaksinasi dengan jarak 1 bulan, serta booster vaksin setiap 6 bulan. Sehingga diharapkan dengan booster akan semakin menambah kekebalan dari serangan virus. 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018