Wednesday, 11 March 2026


Investasi Susu di Indonesia, Kementan Siap Kawal Investor UEA

10 Apr 2025, 11:54 WIBEditor : Herman

Kunjungan Presiden Prabowo ke UEA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Al-Ain Farms for Livestock Production, perusahaan ternama asal Persatuan Emirat Arab (PEA), untuk berinvestasi di industri susu dalam negeri.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Abu Dhabi pada 9 April 2025, sebagai bagian dari rangkaian kerja sama bilateral menyusul kunjungan Presiden RI ke PEA.

Kesepakatan tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, sebagai pihak yang mewakili Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik langkah ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penuh realisasi investasi.

"Kunci menarik investor adalah kenyamanan. Pemerintah hadir untuk memastikan proses berjalan lancar tanpa hambatan," ujar Mentan Amran saat menerima perwakilan investor di Jakarta.

Kementan juga memastikan akan menggandeng kementerian serta lembaga terkait guna mempercepat implementasi kerja sama di lapangan.

Fokus utama investasi ini adalah pengembangan sektor susu nasional, mulai dari peningkatan produksi dan kualitas susu hingga pembentukan ekosistem peternakan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa hadirnya Al-Ain Farms di Indonesia menjadi angin segar dalam upaya mempercepat tercapainya swasembada susu.

"Kami menyambut baik investasi ini, yang bukan hanya berdampak pada produksi, tapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal melalui kemitraan," ujar Agung di Kantor Kementan, Rabu (10/4).

Lebih dari sekadar urusan susu, Agung menyebut kerja sama ini memiliki nilai strategis jangka panjang, termasuk kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam nota kesepahaman tersebut, Kementan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan sapi perah di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2025–2029.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif, mulai dari kemudahan akses lahan, pembebasan bea masuk untuk ternak dan peralatan industri, skema pembiayaan berbunga rendah, hingga program asuransi peternakan.

"Kami percaya kerja sama ini bisa menjadi model investasi strategis yang bisa direplikasi di wilayah lain, demi memperkuat ketahanan pangan nasional," tutup Agung.

Reporter : Rafi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018