
Pertemuan koordinasi sektor perunggasan bersama pelaku usaha di Kantor Pusat Kementerian Pertanian
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk melindungi peternak Indonesia dan menjaga kemandirian protein hewani di tengah dinamika perdagangan global.
Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan koordinasi sektor perunggasan bersama pelaku usaha di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (26/2).
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, melalui sambungan telepon, menegaskan pemerintah berpihak pada peternak. Menurutnya, peternak tidak boleh menghadapi tantangan global sendirian.
“Kita berpihak pada peternak Indonesia. Jangan biarkan peternak kita berjalan sendiri. Kami akan terus memperjuangkan dan membela peternak,” tegas Amran.
Selain itu, pemerintah juga akan mempertahankan kebijakan harga acuan sebagai instrumen penting menjaga stabilitas usaha peternak dan mencegah gejolak pasar yang merugikan produsen domestik.
Amran menambahkan, pemerintah tengah membangun hilirisasi industri perunggasan sebagai langkah konkret mendukung keberlanjutan usaha peternak.

“Negara ini merdeka, saya mengabdi untuk rakyat, untuk peternak Indonesia. HET akan kami pertahankan, dan kita gandeng tangan untuk rakyat Indonesia,” ujar Amran.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa ketersediaan daging ayam dan telur di pasar nasional dalam kondisi aman dan terkendali, termasuk menjelang Ramadan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang telah menjaga pasokan. Harga relatif stabil, dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan hal ini tetap terjaga,” jelas Agung.
Menurut Agung, sektor perunggasan nasional kini semakin kuat dan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi menembus pasar ekspor.
Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari pelaku industri perunggasan. Chief Operating Officer PT Japfa Comfeed Indonesia, Arif Widjaja, menekankan bahwa industri nasional memiliki daya saing global dan mampu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.
“Dengan dukungan dan arahan pemerintah, industri perunggasan nasional bisa terus berkembang, memberikan manfaat bagi peternak dan masyarakat luas,” katanya.
Senada, Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., Eddy Darmawan, mengapresiasi perhatian pemerintah.
“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah dan peternak mandiri untuk menjaga stabilitas pangan di Indonesia,” ujarnya.