Saturday, 23 October 2021


Capai Sasaran Lima Tahun, Itjen Kementan Reproduksi ASN Milenial Berintegritas

12 Oct 2021, 23:28 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan Protani Itjen Kementan di Bandung, Selasa (12/10) | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung—Untuk mendukung pencapaian sasaran strategis lima tahun mendatang, Inspektorat Jenderal mereproduksi (repro) sebanyak mungkin ASN Milenial yang berintegritas dan professional.

“Mereka nantinya sebagai Tunas Integritas yang akan diberdayakan untuk mendukung perumusan kebijakan dan program pertanian yang lebih efektif, serta mengikis dan mencegah terjadinya KKN di lingkungan Pertanian,” kata Sekretaris Itjen, Suprodjo Wibowo. SE, M.Si Inpektorat Jenderal Kementerian Pertanian saat kegiatan Protani di Bandung, Selasa (12/10).

Melalui Tunas Integritas ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas kinerja dan kepercayaan (trust) masyarakat kepada Kementerian Pertanian. Tunas Integritas nantinya diperankankan sebagai pengawal, pengendali dan pengawas pelaksanaan program dan layanan pertanian yang bersih dan bebas dari pungutan liar (pungli).

Apalagi sejalan dengan itu, petani juga menunggu kiprah ASN Milenial Pertanian untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Pada akhirnya swasembada pangan berkelanjutan menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

Karena itu menurut Suprodjo, pembinaan integritas melalui Program dan Layanan Pertanian (Protani) lebih dirahkan untuk memperkokoh integritas dan membangkitkan kiprah ASN milenial. Diantaranya, melalui peningkatan pemahaman dan melibatkan secara langsung ASN milenial. Dari sejak proses perumusan kebijakan, pelaksanaan program atau kegiatan hingga pemanfaatannya bagi masyarakat, khususnya petani.

“ASN milenial ini kami ajak untuk mencari berbagai solusi untuk mengurangi permasalahan yang ada. Harapannya program atau kegiatan dan pelayanan pertanian lebih efektif dan efisien serta dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, sehingga menciptakan Petani Mulia, Pro Pangan Dunia,” tuturnya.

Dengan keterlibatan ASN milineal, Suprodjo juga berharap dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Kementerian Pertanian. Khususnya, permasalahan integritas dalam pencapaian kinerja dan layanan pertanian yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pembinaan tekat anti korupsi di Kementerian Pertanian sendiri sudah berlangsung sejak 2008 hingga 2010, terutama dalam bentuk pembinaan Tekad Antikorupsi. Kegiatan itu diarahkan untuk melakukan perubahan fundamental melalui pembangunan tatakelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (good government) pada Program dan Layanan Pertanian.

Metode dan tema Pembinaan Tekad Antikorupsi di Kementerian Pertanian disesuaikan dengan perkembangan isu strategis dan perubahan arah kebijakan nasional dan internal Kementerian Pertanian untuk menuju lebih baik. Pembinaan Tekad Antikorupsi dari Tahun 2009 – 2021 telah diikuti kurang lebih sebanyak 21.117 orang.

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018