Wednesday, 21 October 2026


ST2023, Revolusi Data Pertanian

20 Jul 2023, 06:05 WIBEditor : Yulianto

Webinar Sinar Tani x BPS

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Badan Pusat Statistik (BPS) tahun ini mempunyai hajatan besar Sensus Pertanian (ST2023) yang berlangsung sejak 1 Juni-31 Juli 2023. Banyak harapan dari hasil sensus kali ini, karena menjadi pondasi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan. ST2023 menjadi sebuah revolusi data pertanian di Indonesia.

Direktur Pengembangan Metodologi Sensus dan Survey BPS, Dr. Sarpono, S.Si,. M.Sc mengatakan, Sensus Pertanian 2023 berbeda dengan kegiatan Sensus Pertanian yang pernah dilakukan sebelumnya. Pada ST2023 ada beberapa pengembangan dan pembaharuan. Misalnya, saat ST2013 area pendataan sensus menggunakan satuan wilayah terkecil berupa blok sensus. Sedangkan untuk ST2023, BPS menggunakan satuan lingkungan setempat.

 

“Untuk di wilayah Jawa menggunakan RT, di Bali berupa Banjar, di Sumatera Barat ada sorong, jorong dan seterusnya. Jadi kita memanfaatkan satuan wilayah terkecil lokal yang saat ini digunakan,” kata Sarpono saat Webinar Sensus Pertanian 2023 dan Kebutuhan Data Pertanian Saat Ini yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama BPS di Jakarta, Rabu (12/7).

Perbedaan lain dengan ST2013, untuk perencanaan pada ST2023 menggunakan informasi hasil Sensus Penduduk tahun 2020. BPS juga melengkapi data dari Kementerian/Lembaga seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan  Kehutanan (KLHK) dan beberapa sumber lainnya.

Sedangkan ST2013 hanya mengacu pada hasil sensus penduduk tahun 2010. ”Tentunya ini menjadi sangat powerfull ketika kita manfaatkan sebagai informasi awal untuk pendataan Sensus Pertanian 2023 ini,” katanya.

Sedangkan dari aspek metodologi, ST2023 telah melakukan berbagai inovasi, salah satunya dalam metode pendataan. ST2023 memakai multimode pendataan dan pengolahan data melalui entri data, BPS juga  menggunakan metode Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI) dan Computed Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

Dari sisi outputnya, Sarpono mengungkapkan, ada beberapa pembaruan. Jika pada ST2013 hanya data pertanian nasional dan petani gurem, maka pada ST2023 akan dilengkapi data yang dapat menjawab isu strategis terkini di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan. Salah satunya urban farming.

“Kami juga juga melakukan pendataan petani skala kecil sesuai rekomendasi FAO. Selain itu adanya integrasi informasi geospasial dengan statistik. Jadi dalam Sensus Pertanian 2023 ini kita juga akan memanfaatkan statistik pertanian, sehingga secara output akan ada beberapa informasi yang bisa dianalisis,” tuturnya.

Bagaimana kondisi pertanian saat ini. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Echa/Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018