Tuesday, 08 September 2026


Di EAPVP Forum, RI Sodorkan Dua Proposal Kerjasama

03 Aug 2023, 11:27 WIBEditor : Yulianto

EAPVP Forum di Laos

TABLOIDSINARTANI.COM, Laos---Pemerintah Indonesia mengajukan dua proposal kerjasama dalam The 16th Annual Meeting of East Asia Plant Variety Protection (EAPVP) Forum di Laos pada 2-3 Agustus 2023. Delegasi Indonesia pada forum tersebut diwakili Kepala Pusat PVTPP Dr. Leli Nuryati dan Nani Suwarni.

Opening session disampaikan Mr.Santisouk Phounesavath, Director General of DIP, Lao PDR, Ms. Akiko Nagano, MAFF Japan dan Mr. Peter Button, Vice secretary General, UPOV. Forum dihadiri negara-negara ASEAN plus 3 (China, Korea dan Japan), dan delegasi organisasi terkait seperti USPTO dan USDA.

Fokus pertemuan kali ini adalah pada harmonisasi PVT tingkat Internasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Kemudian bagaimana mendorong hal tersebut pada perencanaan strategi nasional 10 tahun, dengan mengembangkan kegiatan kerja sama tahunan yang diperbarui sampai 2026.

Setiap negara menyampaikan laporan negaranya (country report) mengenai perkembangan PVT di masing-masing negara. Dengan demikian, setiap negara dapat saling berbagi informasi dan data PVT terkini antar negara.

Indonesia dalam country report-nya yang disampaikan Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati mengatakan, Indonesia mengajukan dua proposal kegiatan kerjasama. Proposal pertama, kajian hukum persiapan keanggotaan Indonesia dalam harmonisasi sistem PVT di tingkat global dengan melibatkan pentahelix (5 unsur) yaitu pemerintah, akademisi, petani dan masyarakat, pelaku usaha dan media. Proposal kedua, pelatihan dengan dispatching expert untuk mengembangkan (revisi) panduan pengujian padi dan manajemen varietas koleksi/referensi.

Selain itu juga, Leli mengungkapkan, perkembangan terkini PVT di Indonesia.  Dalam menuju harmonisasi sistem PVT pada tingkat Internasional, Pemerintah Indonesia telah melakukan kajian manfaat dan biaya keanggotaan organisasi Internasional pada tahun 2021.

Selain itu, diskusi publik dan identifikasi reviu UU PVT pada tahun 2022. Selanjutnya akan dilakukan kajian hukum di tahun 2023-2024. Permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah masih lemahnya kesadaran akan pentingnya PVT, permohonan hak PVT yang masih sedikit setiap tahun di rata-rata 50 varietas/tahun, dan terdapat beberapa disharmonisasi regulasi perbenihan terkait PVT.

Pertemuan ini juga menyepakati Cambodia sebagai tuan rumah annual meeting EAPVP forum ke-17.

Reporter : Humas PPVT-PP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018