Wednesday, 21 October 2026


Trade Expo Indonesia 2025 Siap Digelar, Sektor Pertanian Jadi Sorotan

21 Feb 2025, 14:41 WIBEditor : Herman

TEI 2025 Kembali Akan Digelar

TABLOIDSINARTANI.COM, jakarta --- Trade Expo Indonesia (TEI), pameran perdagangan terbesar di Indonesia, akan kembali hadir pada 15-19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Tahun ini, sektor pertanian menjadi salah satu sorotan utama dalam upaya memperluas ekspor produk agribisnis ke pasar global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan total transaksi senilai US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 269 triliun (asumsi kurs Rp 16.330 per dolar AS) pada TEI 2025. Salah satu kontributor terbesar diharapkan datang dari sektor pertanian, mengingat tingginya permintaan global terhadap komoditas unggulan Indonesia seperti kopi, kakao, rempah-rempah, teh, serta produk hortikultura.

“TEI ke-40 akan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan dan memperluas pasar produk pertanian Indonesia. Kami ingin memastikan produk berkualitas tinggi dari Indonesia dapat bersaing di pasar internasional,” ujar Mendag dalam konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (20/2).

Mendag juga mengaku optimis bahwa TEI 2025 akan menjadi pameran yang lebih besar dan lebih sukses dibandingkan tahun sebelumnya. "Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami yakin bisa mencapai target transaksi yang telah ditetapkan."

Zona Pameran dan Program Unggulan

TEI 2025 akan menampilkan tiga zona utama yaitu Zona Food, Beverage, and Agriculture Products, yang menampilkan komoditas unggulan sektor pertanian seperti kopi, kakao, teh, rempah-rempah, produk hortikultura, serta makanan dan minuman olahan berbasis bahan lokal.

Zona Manufacture Products, yang mencakup produk manufaktur dan industri kreatif. Dan Zona Services and Lifestyle, yang meliputi sektor jasa, pariwisata, serta produk gaya hidup.

Selain pameran, TEI 2025 juga akan menggelar berbagai program pendukung seperti penjajakan kerja sama bisnis (business matching), konsultasi bisnis (business counseling), seminar internasional, hingga buyers night yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Pada penyelenggaraan TEI ke-39 tahun 2024, total transaksi yang tercatat mencapai US$ 22,73 miliar dengan 1.480 peserta dan 41.488 pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, TEI ke-40 menargetkan lebih dari 1.500 peserta, 5.000 pembeli internasional, dan total 30.000 pengunjung.

Peluncuran TEI ke-40 diresmikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Mendag Budi Santoso dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.

Turut hadir Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza, serta perwakilan dari berbagai asosiasi bisnis dan duta besar RI di luar negeri.

pada kesempatan tersebut Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan TEI dari tahun ke tahun yang terus melampaui target. Ia optimistis pameran ini akan semakin meningkatkan ekspor nasional dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ekspor kita telah mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut dengan nilai sebesar US$ 31,04 miliar pada 2024. Ini menunjukkan daya saing tinggi dari produk Indonesia,” ungkapnya.

Paviliun UMKM BISA Ekspor

Yang membedakan TEI ke-40 dengan tahun sebelumnya adalah kehadiran Paviliun UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (BISA Ekspor). Paviliun ini dirancang untuk mendukung usaha kecil dan menengah dalam menembus pasar ekspor melalui kolaborasi dengan BUMN dan sektor swasta.

Selain itu, sektor jasa, termasuk pekerja migran Indonesia, juga akan dipromosikan dalam TEI 2025.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan pentingnya peran UMKM dalam TEI tahun ini. “Kami ingin lebih banyak UMKM Indonesia yang berani berinovasi dan siap beradaptasi untuk menembus pasar ekspor. TEI 2025 adalah kesempatan emas untuk menunjukkan potensi mereka kepada dunia,” ujarnya.

Kemendag turut melibatkan berbagai kementerian, dinas perdagangan daerah, asosiasi bisnis, serta perwakilan RI di luar negeri guna menjaring lebih banyak peserta dan pembeli potensial. “Kami ingin memastikan produk terbaik dari seluruh Indonesia dapat tampil di TEI 2025 dan menarik perhatian pasar global,” kata Mendag Budi Santoso.

TEI 2025 akan kembali diadakan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran negara (APBN). Acara ini didukung PT Debindo Multi Adhiwasti sebagai Professional Event Organizer (PEO) serta Bank Mandiri sebagai mitra strategis.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengajak para eksportir Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperluas jejaring bisnis dan menembus pasar internasional.

Dengan semakin meningkatnya permintaan global terhadap produk pangan sehat dan berkelanjutan, TEI 2025 diharapkan menjadi ajang yang tak hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional, tetapi juga membuka peluang baru bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang lebih jauh.

Reporter : Mas Awan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018