
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pemulihan 94 ribu hektare sawah terdampak bencana di Sumatera melaju pesat. Lahan yang direhabilitasi bahkan tumbuh lebih subur dan siap menopang ketahanan pangan nasional.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pemulihan 94 ribu hektare sawah terdampak bencana di Sumatera melaju pesat. Lahan yang direhabilitasi bahkan tumbuh lebih subur dan siap menopang ketahanan pangan nasional.
Upaya pemulihan lahan sawah terdampak bencana di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan signifikan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut proses rehabilitasi lahan seluas 94 ribu hektare kini melaju pesat, bahkan sebagian wilayah menunjukkan tingkat kesuburan yang menjanjikan.
Pemulihan dilakukan di sejumlah daerah terdampak bencana akhir 2025 lalu, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari total lahan yang rusak, sekitar 39 ribu hektare di antaranya telah direhabilitasi dan kembali ditanami.
Amran menjelaskan, sebagian lahan sawah yang terdampak justru mendapat material longsoran berupa humus yang subur. Kondisi ini membuat proses pemulihan tidak memerlukan perbaikan besar pada struktur tanah.
“Tanah longsoran itu humus dan cukup subur, sehingga hanya irigasi yang kita perbaiki lalu langsung dilakukan penanaman,” ujarnya usai rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Pemerintah, menurut Amran memprioritaskan perbaikan lahan dengan tingkat kerusakan ringan agar bisa segera difungsikan kembali sebagai area tanam. Sementara itu, penanganan kerusakan sedang hingga berat tetap dilakukan secara paralel.
Melalui langkah tersebut, Amran menargetkan seluruh pemulihan lahan sawah terdampak bencana dapat rampung dalam waktu enam bulan.
Upaya percepatan rehabilitasi ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi petani di daerah terdampak.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah telah merealisasikan bantuan sekitar Rp1,52 triliun untuk mendukung pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian. Bantuan tersebut terdiri dari dana reguler dan dukungan non-reguler dari berbagai kementerian serta mitra terkait.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk periode mendatang. Kebutuhan dana pemulihan diperkirakan mencapai total Rp4,7 triliun hingga 2027 guna mempercepat rehabilitasi lahan terdampak bencana.
Melalui langkah tersebut, Kementerian Pertanian Republik Indonesia optimistis proses pemulihan sawah di Sumatera tidak hanya mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian.
Di tengah proses pemulihan, pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap terkendali. Amran menyebut ketersediaan pangan di lapangan diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.
Stok beras nasional saat ini tercatat mencapai sekitar 3,5 juta ton, sementara stok beras di wilayah terdampak bencana mencapai sekitar 100 ribu ton atau tiga kali kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian tetap kokoh meski sempat diguncang bencana.



