
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PERPADI Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Ajang pameran internasional INAGRITECH 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bukan sekadar pertemuan pameran produk dan teknologi, melainkan menjadi panggung strategis bagi berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah nyata memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.
Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) hadir dalam kegiatan yang dibuka resmi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono MBA pada Selasa (28/7). Mas Dar, sapaan akrab Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ini memberikan dukungan besar terhadap langkah-langkah yang ditempuh PERPADI.
Dalam sambutannya, Mas Dar menyampaikan penguatan sektor hilir pertanian khususnya pengolahan hasil panen merupakan bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan pertanian nasional. Dukungan kebijakan, fasilitasi, serta insentif akan terus disiapkan pemerintah bagi pelaku usaha yang berupaya melakukan pembaruan, meningkatkan efisiensi, serta ramah terhadap lingkungan hidup.
Keikutsertaan PERPADI dalam ajang yang mempertemukan empat pameran sekaligus Ingrichem, Napalm Asia, Sugar Mach Indonesia 2026, dan Food Manufacturing Indonesia menjadi langkah nyata untuk memperluas jangkauan sosialisasi peran organisasi, mempererat jejaring kerja sama lintas sektor, serta memperkenalkan berbagai program strategis yang sedang dan akan dijalankan demi kemajuan industri perberasan.
Peran PERPADI
Sekretaris Jenderal PERPADI, Burhanuddin menjelaskan, hingga saat ini, keberadaan dan fungsi PERPADI belum sepenuhnya diketahui seluruh pelaku usaha penggilingan padi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Padahal, organisasi ini didirikan sebagai wadah persatuan, pembinaan, perlindungan, serta pengembangan usaha bagi seluruh pengusaha di sektor ini, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan terkait ketahanan pangan nasional.
“Melalui partisipasi di INAGRITECH 2026, kami ingin menyampaikan pesan bahwa PERPADI hadir untuk semua elemen di ekosistem penggilingan padi. Baik itu unit usaha yang besar, menengah, maupun mikro, baik yang sudah tercatat sebagai anggota maupun yang belum bergabung secara administratif, semuanya adalah bagian dari keluarga besar yang harus tumbuh Bersama,” tuturnya.
Ia berharap, semakin banyak yang memahami bahwa organisasi ini berfungsi sebagai jembatan antara pelaku usaha dengan pemerintah, penyedia informasi kebijakan, wadah pelatihan dan pendampingan, hingga mitra dalam memperluas akses pasar dan teknologi.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PERPADI Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul, memberikan pandangan bahwa pelaksanaan INAGRITECH 2026 merupakan momen yang sangat tepat dan sangat dinantikan para pelaku usaha di daerah, termasuk di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik geografis dan ekonomi yang unik.
Kepulauan Riau merupakan wilayah strategis dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, serta memiliki perbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga ketersediaan dan stabilitas harga beras menjadi hal yang sangat krusial. Di sisi lain, lahan persawahan di Kepri terbatas, sehingga efisiensi pengolahan dan manajemen pasokan menjadi kunci utama.
Syamsul menilia, pameran seperti ini adalah tempat berkumpulnya solusi yang kita butuhkan. Mulai dari teknologi pertanian canggih, peralatan pengolahan hasil panen, inovasi penghematan biaya, hingga sistem manajemen usaha modern.
”Kami berharap apa yang dipamerkan dan didiskusikan di sini dapat segera kami adopsi dan terapkan di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau,” katanya. Namun lanjut Syamsul, sinergi antara pelaku usaha, pemerintah pusat maupun daerah, dan penyedia teknologi harus terjalin erat agar transformasi industri penggilingan padi di daerah berjalan cepat dan tepat sasaran.
Lebih lanjut Syamsul menyampaikan, tantangan di daerah kepulauan selain terbatasnya lahan juga menyangkut biaya logistik yang cukup tinggi antar pulau, ketersediaan air irigasi, serta kemampuan teknologi petani dan pengusaha lokal.
Melalui program yang dijalankan PERPADI dan peluang kerja sama yang dibuka dalam INAGRITECH 2026, dirinya berharap halangan-halangan tersebut dapat teratasi secara bertahap. Penerapan teknologi digital dalam penjadwalan panen, pencatatan stok, hingga pemasaran beras juga menjadi fokus utama agar rantai pasokan menjadi lebih transparan, efisien, dan memutus mata rantai permainan harga yang merugikan banyak pihak.
DPD PERPADI Kepulauan Riau berkomitmen menjadi ujung tombak penerapan program revitalisasi di tingkat akar rumput. Syamsul mengatakan, pihaknya akan menyebarluaskan informasi tentang migrasi energi, modernisasi mesin, hingga pemanfaatan limbah kepada semua anggota dan pengusaha di wilayah Kepri.
”Tujuan akhirnya satu, terciptanya industri penggilingan padi yang modern, bersih, berkelanjutan, dan sangat kuat menopang ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Riau maupun Indonesia secara keseluruhan,” tambahnya penuh semangat.
Selama empat hari pelaksanaan INAGRITECH 2026 hingga 31 Juli 2026, PERPADI juga akan mengadakan berbagai sesi temu wicara, konsultasi usaha, pertemuan bilateral dengan instansi pemerintah, lembaga riset, maupun pelaku industri dalam dan luar negeri.
Semua langkah ini ditempuh demi memastikan bahwa setiap rencana transformasi tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar terwujud di lapangan dan dirasakan dampak positifnya oleh petani, pengusaha, pekerja, hingga seluruh masyarakat Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang dibangun dalam ajang ini, PERPADI semakin meneguhkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kelangsungan sistem pangan nasional.
Transformasi menyeluruh yang dilakukan tidak hanya untuk mengatasi masalah saat ini, melainkan juga sebagai persiapan menghadapi tantangan masa depan seperti perubahan iklim, fluktuasi pasar global, hingga perkembangan teknologi yang semakin cepat, demi mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan, sejahtera, dan berkelanjutan.