Sunday, 26 June 2022


Belum Juga Turun, Pemerintah Gelar Lagi OP Telur

28 Dec 2018, 14:24 WIBEditor : Yulianto

Kepala BKP, Agung Hendriadi melepas mobil yang akan menjual telur murah di 11 lokasi | Sumber Foto:Julian

Pemerintah menggelontorkan 21,5 ton telur ke 11 lokasi di DKI Jakarta

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Setelah pertengahan Desember lalu (15/12), Pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian menggelar pangan murah telur di delapan lokasi di DKI Jakarta dengan harga Rp 23 ribu/kg. Untuk kedua kalinya, pada Jumat (28/12), pemerintah menggelontorkan 21,5 ton telur ke 11 lokasi di Ibukota Negara.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengakui, harga telur ras di DKI Jakarta dalam satu bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan. Bahkan di beberapa lokasi harganya mencapai Rp 27 ribu-28 ribu/kg.

“Hasil monitoring di beberapa pasar di DKI Jakarta, harga telur ayam ras masih berada di angka Rp 26 ribu-27 ribu/kg. Ini tidak boleh dibiarkan karena bisa meresahkan masyarakat. Untuk itulah pemerintah hadir untuk mengamankan harga,” kata Agung saat melepas 11 mobil yang akan mendistribusikan  telur ke 11 lokasi di DKI Jakarta, Jumat (28/12).

Agung mengaku heran mengapa harga telur ayam ras bisa naik tinggi. Padahal menurutnya, di tingkat peternak atau produsen harga tidak naik atau stabil. Kenapa harga telur naik? Persoalannya ada di distribusi yang terlalu panjang.

“Kita beli langsung ke peternak dan menjual ke konsumen. Ini untuk memangkas rantai pasok,” ungkapnya. Karena itu lanjut Agung, untuk kedua kalinya pemerintah mneggelar operasi pasar telur di beberapa pasar dengan harga Rp 23 ribu/kg sesuai harga acuan pemerintah.

Dalam operasi pasar kali ini, Agung mengungkapkan, pihaknya tidak berjalan sendiri tapi bekerjasama dengan beberapa stakeholder, termasuk produsen telur. Diantaranya, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, PT. Food Station Tjipinang Jaya, PD. Pasar Jaya, PT. Puri Faram, PT. Atung farm, UD. Rezeki Baru, PT. Intan Telur, PINSAR Indonesia dan Paguyuban Peternak Rakyat Nasional.

“Dengan OP yang bekerjasama dengan pelaku usaha ini, mudah-mudahan bisa mempengaruhi dan bisa mengembalikan harga telur sesuai dengan harga acuan pemerintah,” ujarnya.

Lokasi OP telur murah tersebut berada di Toko Tani Indonesia Centre (depan SMU Negeri 28 Pasar Minggu), Taman Bona Indah,  Pasar Pulogadung, Pasar Tebet Barat, Pasar Grogol, Pasar Cijantung, Pasar Mampang, Kecamatan Mampang, Pasar Jatinegara, Pasar Cibubur dan Pasar Lenteng Agung.

Pada OP telur sebelumnya, berlokasi di Pasar Grogol, Pasar Kramatjati, Pasar Mampang Prapatan, Pasar Cijantung, Pasar Tebet Barat, Pasar Pademangan Timur dan Pasar Jatinegara.

Sementara itu Direktur Operasional PT. Food Station Tjipinang Jaya. Frans M. Tambunan mengatakan, sebagai BUMD Pemda DKI Jakarta, pihaknya mendukung upaya pemerintah menjaga stabilisasi pangan di Ibukota Negara. Bahkan pihaknya telah memiliki mitra untuk menjaga stabilisasi harga telur.

“Selama ini kenaikan harga pangan di DKI Jakarta menjadi penyumbang inflasi terbesar nasional yakni sekitar 20 persen. Karena itu sejak 3 tahun terakhir, pihaknya membuat program preventif untuk menjaga stabilisasi pangan,” ujarnya.

 

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018