Saturday, 26 September 2020


Harga Jagung Rp 4 Ribu/kg, Tak Ada Alasan Harga Telur Naik lagi

09 Jan 2019, 13:29 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah jamin harga telur akan kembali normal | Sumber Foto:Julian

Pemerintah sudah menyalurkan jagung untuk peternak unggas. Bahkan dari rekomendasi impor jagung yang diberikan ke Perum Bulog sebanyak 100 ribu ton, sudah terealisasi sekitar 74 ribu ton

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah menjamin harga telur akan bergerak turun kembali, paling tidak di angka Rp 24 ribu/kg. Apalagi pemerintah sudah menggelontorkan jagung untuk pakan ternak dengan harga Rp 4 ribu/kg.

“Soal harga telur, sudah terselasaikan dengan harga jagung Rp 4 ribu/kg. Saya kira harga telur akan kembali normal Rp 24 ribu/kg. Apalagi telur tidak bisa disimpan lama, lebih dari seminggu,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita saat acara Bincang Asik Pertanian Indonesia (Bakpia) di Jakarta, Senin (8/1).

Terkait dengan harga pakan, khususnya tingginya harga jagung yang menjadi pemicu kenaikan harga telur, Ketut menjelaskan, pemerintah sudah menyalurkan jagung untuk peternak unggas. Bahkan dari rekomendasi impor jagung yang diberikan ke Perum Bulog sebanyak 100 ribu ton, sudah terealisasi sekitar 74 ribu ton.

“Jagung impor tersebut sudah masuk dan didistribusikan ke peternak, sisa akan segera masuk,” katanya. Namun lanjut Ketut, jagung impor tersebut tidak mau masuk secara langsung, tapi bertahap. Sebab, untuk menjaga harga jagung di tingkat petani yang sudah mulai panen jagung pada Januari-Februari in.

Jangan sampai saat petani panen, kemudian masuk jagung impor, sehingga membuat petani kecewa. Di sini ada kepentingan yang saling sinergi. Bagaimana pemerintah menjaga agar petani jagung untung dan peternak juga untung,” tutur Ketut.

Karena itu dengan harga jagung untuk pakan ternak yang pemerintah tetapkan sebesar Rp 4 ribu/kg, menurut Ketut, tidak ada alasan lagi harga telur naik. Apalagi berdasarkan hitungan pemerintah, populasi ayam dan produksi telur surplus. Kenaikan telur saat ini karena faktor Hari Raya Natal dan Tahun Baru saja. “Saya berharap kenaikan telur saat ini memberikan kesempatan peternak untung sedikit,” ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian menggelar pangan murah telur di beberapa lokasi (pasar) DKI Jakarta dengan harga Rp 23 ribu/kg. Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengakui, harga telur ras di DKI Jakarta dalam satu bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan. Bahkan di beberapa lokasi harganya mencapai Rp 27 ribu-28 ribu/kg.

“Hasil monitoring di beberapa pasar di DKI Jakarta, harga telur ayam ras masih berada di angka Rp 26 ribu-27 ribu/kg. Ini tidak boleh dibiarkan karena bisa meresahkan masyarakat. Untuk itulah pemerintah hadir untuk mengamankan harga,” kata Agung saat melepas 11 mobil yang akan mendistribusikan  telur ke 11 lokasi di DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Reporter : Juli
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018