Wednesday, 21 October 2026


Untuk Sertifikasi ISPO 1 Juta Petani Sawit, IPB dan Wageningan University Kolaborasi

28 Jun 2021, 10:33 WIBEditor : Ahmad Soim

Pekebun sawit Rakyat lebih mudah didata dari STDB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Fakultas Ekologi Manusia IPB bekerjasama dengan Wageningen University and Research menyelenggarakan Dialog Internasional Kelapa Sawit. Dialog itu membicarakan upaya identifikasi untuk keberhasilan petani kecil menuju sertifikasi ISPO bagi 1 juta petani kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2025 (International Palm Oil Dialogues on Identifying small wins towards ISPO certification of 1 million palm oil smallholders in Indonesia in 2025).

Dialog yang dilakukan secara online pada Kamis 24 Juni 2021 pukul 14.00-18.00 WIB dihadiri juga tokoh perkebunan Indonesia Soedjai Kartasasmita.

“Saya sangat senang dapat berpartisipasi dalam webinar kemarin. Saya adalah salah satu pelopor dari projek pertanian kelapa sawit untuk petani kecil pada fahun 1973 di Sumatra Utara setelah mengunjungi heberapa projek di Inggris dan di Ivory Coast (Afrika Barat) saat saya menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Perkebunan Nusantara IV,” tambahnya kepada Sinar Tani.

Menurut Soedjai yang kini menjabat Ketua Umum Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Se-Sematera (BKS PPS) peluncuran berbagai program yang melibatkan 1 juta petani kecil membutuhkan peraturan pemerintah yang konsisten baik pada tingkat lokal, provinsi dan pusat. Hal ini untuk memastikan program dapat berhasil.

BACA JUGA:

Inovasi dan teknologi terbaru yang dapat diterapkan di lapangan akan memperkuat posisi petani kecil dalam usaha mendapat sertifikat ISPO. Penggunaan varietas baru yang mulai memproduksi FFB (Fresh Fruit Bunch) berkualitas setelah 30 bulan penanaman harus didorong secara besar-besaran (Hal ini sudah dilakukan di Costa Rica dan beberapa perkebunan di Indonesia).

Harus adanya kolaborasi yang kuat antara institusi penelitian dan universitas untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan petani kecil mengenai inovasi dan teknologi terbarukan

Kolaborasi ini lanjutnya harus segera dimulai sebagai solusi dari masalah baru di lapangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti hama baru dan penyakit baru sebagai konsekuensi dari deforestasi yang terjadi di beberapa tempat di negara ini

Implikasi dari hal ini adalah pemegang kebijakan dan pemerintah harus memberikan dukungan penuh bagi penelitian dan pengembangan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan baru.

“Keuangan/dana dari petani kecil yang berpartisipasi melakukan penanaman kembali harus dijamin dan dipastikan tidak ada hambatan birokrasi,” tambahnya.

Training untuk petani kecil juga harus dimulai untuk memperkenalkan mereka dengan pengetahuan, inovasi dan teknologi terbarukan (contohnya penggunaan drone). Dengan harapan petani kecil akan dapat melakukan hal yg tepat pada waktu yang tepat. 

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018