Wednesday, 21 October 2026


Bantuan Sarana Produksi

05 Mar 2019, 15:11 WIBEditor : Yul

Direktur Irigasi, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rahmanto (tengah) sedang panen jagung di Kabupaten Banyuwangi.

Untuk membantu petani dalam budidaya jagung, pemerintah memang telah menggulirkan berbagai bantuan sarana produksi. Baik berupa alsintan pra panen dan pasca panen.

Rahmanto menuturkan pemberian benih, pupuk dan alsintan merupakan bentuk bantuan pada petani untuk mewujudkan ketahanan pangan, salah satunya jagung. “Kita selalu menjaga semangat petani untuk terus bertani sekaligus mendorong untuk peningkatan produksi pangan khususnya pajale. Karena komoditas ini merupakan prioritas utama,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Imam Suryadi membenarkan bahwa beragam bantuan mulai dari benih, pupuk bahkan alsintan pra panen dan pascapanen sangat membantu petani jagung di daerahnya untuk tetap bertanam jagung.

“Kita (Lumajang) tahun ini memang mendapatkan bantuan vertical dryer untuk jagung dan bisa digunakan saat panen di tahun 2019. Karena memang, pertanaman jagung di tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 27.643 ha,” beber Imam.

Petani di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kab. Lumajang, Sutikno mengaku mendapatkan kemudahan alsintan yang pemerintah berikan. “Kalau dryer di tingkat petani memang belum ada (di desa ini). Tapi tadi bantuan vertical dryer di tingkat Kabupaten sepertinya sudah ada, jadi bisa digunakan. Tapi kalau Maret ini, di Lumajang sudah panas terik jadi cukup dikeringkan di panas matahari juga sudah kering,” tuturnya.

Namun Hartoni, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Hartoni di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kab. Banyuwangi mengaku belum mendapatkan bantuan alsintan dari pemerintah. Padahal dengan alsintan, bisa menekan ongkos produksi petani. “Lahan di Barurejo ini luas dan terhampar, ongkos buruh tanam, panen dan mipil lumayan menguras juga,” tuturnya.

Reporter : Gsh
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018