Wednesday, 10 August 2022


Petani Luwu dan Bone Ikuti Pelatihan Aplikasi Teknologi Jagung dan Kakao

14 Jun 2021, 07:00 WIBEditor : Ahmad Soim

Pelatihan petani Kakao di Bone Sulsel | Sumber Foto:Suriady

 

 TABLOIDSINARTANI.COM, Sulsel -- Luwu -- Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan.  Penguatan pun menjadi program prioritas Kementan yang dilakukan terintegrasi pada pembentukan Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani) yang berbasis di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan. 

 Bekerja sama dengan BPP Bajo, Kabupaten Luwu 30 petani dilatih untuk ditingkatkan kompetensinya untuk  Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu  Islamuddin, SP, M.Si., mengatakan  potensi wilayah pertanaman jagung Kabupaten Luwu yang pada tahun ini mendapatkan alokasi anggaran untuk pertanaman jagung seluas 1500 ha dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulsel untuk tahun 2021.

Kecamatan Bajo dan Belopa Utara merupakan sentra komoditas tanaman jagung di Kabupaten Luwu memiliki peran yang strategis dalam mensukseskan program ketahanan pangan khususnya jagung dalam memenuhi kebutuhan jagung nasional. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan SDM anggota kelompok tani dalam mengatasi masalah hama dan penyakit jagung di lokasinya masing-masing.

Salah satu peserta dari Kecamatan Bajo Kelompok Tani Balatedong, Imran menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat baik untuk mengatasi permasalahan petani khususnya di kelompok tani kami, karena masalah yang selalu ada pada tanaman jagung sudah dapat kami ketahui dan dapat dibuat solusi pengendaliannya.

BACA JUGA:

 Untuk petani Kakao di Bone, BBPP Batangkaluku melaksanakan Pelatihan Teknis Tematik Benih Bermutu Tanaman Kakao bagi Non Aparatur Angkatan I di BPP Lappariaja, Kab. Bone yang berlangsung selama 3 (hari), mulai tanggal 10 sampai 12 Juni 2021.Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang merupakan pelaku usaha tani kakao yang ada di kecamatan Lappariaja.

Pelatihan Petani Kakao

Pelatihan dibuka Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kab.Bone, Ir. H. Sunardi Nurdin, M.S.i,   Kadis TPHP Kab.Bone menyampaikan bahwa Kecamatan Lappariaja merupakan salah satu sentra tanaman kakao di Kab.Bone selain kecamatan Bengo dan Lamuru. Saat ini luas tanam kakao di Kab.Bone 16.000 Ha dari luas semula 30.000 Ha.

Penurunan produksi kakao disebabkan karena adanya serangan hama PBK dan banyaknya tanaman kakao yang sudah tua. Tanaman Kakao yang sudah tua perlu diganti dengan tanaman kakao baru yang berasal dari klon tanaman kakao unggul. Untuk itu melalui pelatihan ini diharapkan para petani dapat terampil dalam menyiapkan benih bermutu kakao dari klon unggul dengan cara sambung pucuk. Kadis juga mengharapkan agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat ditularkan kepada anggota kelompok yang tidak memperoleh kesempatan untuk ikut pelatihan.

Salah seorang peserta pelatihan,  Damise dari Kelompok Tani Mabbulo Sepeppa, Kec. Lappariaja menyatakan sangat senang mengikuti pelatihan teknis tematik benih kakao karena banyak ilmu yang bisa diperoleh, khususnya cara menyiapkan batang bawah dan melakukan sambung pucuk," Saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan sebagai peserta pelatihan karena melalui pelatihan dapat banyak pengetahuan yang diperoleh yang dapat saya terapkan di lahan kakao saya," tutur pak Damise.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018