Tuesday, 03 August 2021


Dari Pedagang Keliling, Asrul Kini Punya Pabrik Tahu bisa Olah 10,5 ton/ Bulan

13 Jun 2021, 10:10 WIBEditor : Ahmad Soim

Asrul pengusaha tahu di Sidrap | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --  Makanan yang merakyat ini bisa dibuat makanan dan cemilan. industrI tahu dan tempe hingga saat ini masih terbuka lebar pasarnya. Tahu banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Asrul (29) salah seorang pengusaha tahu yang sukses di Sidrap, namun kesuksesan tidak semudah itu ia bisa dapatkan. Sebelum dia berhasil menjalankan bisnis tahunya, Asrul telah melalui berbagai hambatan dan tantangan dalam menjalankan bisnisnya sejak tahun 2001.

Pada awalnya Asrul hanya menjual tahu gorengan keliling, setiap harinya Asrul harus berkeliling dibawah terik matahari untuk menjual tahu dagangannya, dengan penuh harapan agar mendapatkan penjualan yang nantinya akan membantu membiayai kehidupan sehari-harinya dan dimasa yang akan datang.

Keuntungan yang Asrul dapatkan dalan sehari-harinya tidak terlalu besar, tapi bagi Asrul itu lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan juga ada sisa yang ditabung untuk modal usaha yang lebih besar. Berkat ketekunan dan kesabaran Asrul dalam berjualan keliling selama 4 (empat) tahun (2004-2007) tanpa berputus asa akhirnya mendapatkan hasil.

Dengan modal yang telah dia kumpulkan selama ini, akhirnya Asrul bersama istrinya mampu membuka pabrik tahu sendiri dan dia tidak perlu berjualan tahu goreng dengan berkeliling lagi. Walaupun bisnis tahunya mulai berkembang, namun Asrul tetap menabung dari setiap hasil penjualan yang dia dapatkan agar dia dapat mengembangkan bisnis tahunya menjadi lebih lebih besar lagi.

Bisnis Asrul berjalan dengan bagus, dia juga merekrut tenaga kerja yang membantunya dalam menjalankan bisnis tahunya.

BACA JUGA:

"Untuk membantu kami dalam proses produksi  kami merekrut 4 (empat) orang tenaga kerja sehingga dapat memperlancar proses priduksi, empat orang karyawan kami beri upah kerja Rp 1.300.000 per bulan sebenarnya gaji karyawan kami sebelumnya Rp 1.500.000 tetapi harga bahan baku kedelai melonjak dari harga Rp 7.000 per kilo menjadi Rp 11.500 per kilo jadi berpengaruh pula dengan upah kerja karyawan kami," ungkap Asrul.

Dengan keyakinan, semangat dan tekad yang kuat, Asrul terus menjalankan bisnis tahunya dengan sebaik-baiknya sehingga ke depan kehidupannya akan lebih baik lagi.

Jadi kedelai yang kami gunakan yakni kedelai yang didatangkan dari Makassar dengan harga Rp 11.500 per kilonya dan kedelai yang kami gunakan dalam pembuatan tahu 350 kg per harinya jadi perbulannya kami gunakan kedelai 10 ton 500 kg," ungkap Asrul.

Karena kerja keras dan keuletannya, usaha miliknya akhirnya semakin berkembang dari hari ke hari. Pabrik tahunya mampu memproduksi tahu dengan 4.080 batang perharinya berarti setiap bulannya memproduksi tahu 122.400 batang.

Tahu yang diproduksi Asrul dipasarkan ke pasar-pasar seperti pasar Pangkajene dan Rappang serta penjual-penjual gorengan yang ada di Sidrap.

Setiap bisnis pasti memiliki hambatan dan masalah sebelum sukses, begitu juga halnya dengan usaha tahu milik Asrul.

Saat ini Asrul telah memiliki pabrik tahu untuk memaksimalkan produksi tahunya dan setiap hari pabrik tahu Asrul mulai beroperasi pada jam 05.00 hingga jam 15.00 wita.

"Alhamdulillah, kami telah memiliki pabrik tahu sendiri dan tidak perlu lagi berjualan tahu goreng berkeliling, semua ini adalah hasil kerja keras kami selama ini dan rencana kedepannya kami akan memperluas ruangan produksi supaya dapat menampung tahu yang kami produksi.

Asrul pun menjelaskan proses pembuatan tahu yakni kedelai digiling sampai halus kemudian dimasak, disaring dan dicetak dan ampasnya kami kemas dalam karung untuk diperjualbelikan ke peternak sapi dan bebek.

Selain bisnis tahu, Asrul dan Istrinya juga berbisnis tempe sejak tahun sejak tahun 2008 sampai saat ini.

Asrul menjelaskan proses pembuatan tempe, kedelai direbus selama dua jam kemudian dikeringkan selama 1 jam setelah itu dicampur ragi, dikemas dengan plastik dan didiamkan 2 hari setelah itu sudah bisa dikonsumsi," jelas Asrul.

Asrul pun memanfaatkan ampas tahu miliknya  untuk diperjualbelikan ke peternak sapi dan bebek.

"Ampas tahu yang sangat bermanfaat terhadap ternak sapi dan bebek yang dijadikan sebagai pakan ternak, jadi banyak peternak sapi dan bebek yang pesan ampas tahu ke kami seperti peternak sapi yang ada di Kabupaten Enrekang dan Tana Toraja begitupula peternak itik dengan harga ampas tahu Rp 25.000/kg," ungkap Asrul.

Kerja keras dan jiwa pantang menyerah yang dimiliki oleh Asrul membuat dia menjadi pebisnis yang sukses.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018