Saturday, 18 April 2026


Begini Strategi Brilian Polbangtan Kementan untuk Pelihara Unggas di Musim Ekstrem

24 Sep 2024, 07:26 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Kementan hadir dengan strategi brilian yang memadukan sistem konvensional dan modern untuk memastikan keberhasilan peternakan unggas.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Saat cuaca ekstrem melanda, tantangan dalam memelihara unggas semakin meningkat, namun Polbangtan Kementan hadir dengan strategi brilian yang memadukan sistem konvensional dan modern untuk memastikan keberhasilan peternakan unggas.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, khususnya Jurusan Peternakan Program Studi Kesehatan Hewan, baru saja mengadakan kuliah umum yang sangat menarik dengan tema “Strategi Memelihara Unggas pada Cuaca Ekstrem: Sistem Konvensional dan Modern.”

Acara ini dilangsungkan pada Rabu, 11 September, di aula Brahman Kampus Peternakan, dan dihadiri oleh peserta yang juga mengikuti secara daring melalui Zoom.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur 1 Polbangtan Bogor, Reni Suryanti, menjelaskan tujuan dari kuliah umum ini.

"Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai teknik dan strategi yang dapat diterapkan dalam memelihara unggas saat menghadapi cuaca ekstrem, baik dalam sistem konvensional maupun modern. Dengan perubahan iklim yang semakin drastis, pemeliharaan unggas memerlukan pendekatan yang adaptif dan inovatif," sebutnya.

Ini adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan baru yang dihadapi sektor peternakan.

Reni juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa PPKH dan KESWAN, terutama bagi mereka yang belajar tentang Produksi Ternak Unggas, untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan unggas, terutama ayam broiler.

Narasumber dalam kuliah umum ini adalah Ir. Roni Fadilah SE, IPU, ASEAN Eng, seorang praktisi dan manajer peternakan di PT New Hope Indonesia.

Beliau berbagi pengetahuan mengenai beberapa faktor utama yang memengaruhi potensi genetik unggul pada unggas, yang mencakup lingkungan, asupan nutrisi, faktor stres, serta penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, protozoa, dan parasit.

Roni menekankan bahwa periode brooding merupakan kunci awal sukses produksi ayam, karena pada fase ini, ayam belum memiliki kekebalan tubuh yang optimal dan efisiensi pakan yang masih perlu diperhatikan.

“Kita harus mengetahui psikologi ayam (Chicken Psychology), ayam lebih pintar dan lebih kompleks dari apa yang kita ketahui. Ayam juga memiliki bahasa dan dapat memahami persepsi kita," tuturnya.

Debby Fadhilah Fazra, sebagai moderator sekaligus ketua Prodi Kesehatan Hewan, menegaskan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola peternakan unggas dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan di tengah perubahan cuaca ekstrem.

Dengan dihadiri 150 peserta secara offline dan 62 peserta online, kuliah umum ini menjadi ajang penting untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta membentuk jaringan antara mahasiswa, dosen, dan praktisi peternakan dari seluruh Indonesia.

Semoga hasil dari acara ini dapat diterapkan di lapangan dan memberikan dampak positif bagi dunia peternakan di tanah air.

Seminar ini sejalan dengan keinginan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang terus mengajak generasi muda untuk bersama-sama membangun sektor pertanian.

Ia menekankan bahwa untuk mengembangkan pertanian, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, handal, serta memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis.

Menurutnya, SDM yang baik adalah kunci untuk menciptakan pertanian yang produktif dan berdaya saing.

Mentan juga menegaskan bahwa Polbangtan akan mempersiapkan para pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian agar mampu membangun usaha tani yang kompetitif.

Proses regenerasi petani muda tidak akan pernah berhenti, sehingga diharapkan akan lahir generasi baru yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Di sisi lain, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti optimis bahwa lulusan Polbangtan/PEPI akan menjadi insan pertanian yang andal, berkontribusi untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Dengan dukungan pendidikan yang tepat dan keterampilan yang mumpuni, generasi muda diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Reporter : Mul
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018