
Polbangtan Bogor mencetak lulusan unggul yang siap memimpin transformasi pertanian modern dengan inovasi dan teknologi demi swasembada langan berkelanjutan.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Polbangtan Bogor mencetak lulusan unggul yang siap memimpin transformasi pertanian modern dengan inovasi dan teknologi demi swasembada langan berkelanjutan.
Swasembada pangan nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, benih unggul, maupun teknologi.
Lebih dari itu, keberhasilannya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Karena itu, pendidikan vokasi menjadi salah satu pilar utama dalam menyiapkan generasi penerus pertanian Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Muhammad Amin, dalam sambutannya pada Dies Natalis ke-8 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Menurut Amin, selama delapan tahun perjalanan institusi, Polbangtan Bogor telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pembangunan pertanian nasional.
"Atas nama Pusat Pendidikan Pertanian, saya menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika Polbangtan Bogor atas dedikasi, kerja keras, dan berbagai pencapaian yang telah diraih selama delapan tahun perjalanan institusi ini," ujar Amin.
Ia menilai tema Dies Natalis ke-8, "Sewindu Berkarya: Mengembangkan Inovasi dan Menguatkan Regenerasi Petani dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan", mencerminkan arah pembangunan pertanian Indonesia yang saat ini bertumpu pada dua agenda besar, yakni inovasi dan regenerasi petani.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan dukungan lahan, sarana produksi, maupun teknologi.
Faktor yang paling menentukan adalah kualitas SDM yang mengelola seluruh potensi tersebut.
"Pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, berjiwa wirausaha, serta mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian," katanya.
Amin menegaskan, regenerasi petani kini menjadi tantangan besar yang harus segera dijawab.
Regenerasi bukan sekadar pergantian usia pelaku usaha tani, melainkan transformasi menuju pertanian yang modern, produktif, dan berdaya saing.
Karena itu, generasi muda harus dibekali kemampuan menguasai teknologi digital, mekanisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), analisis data, hingga berbagai inovasi yang berkembang pesat di sektor pertanian.
"Generasi muda harus melihat pertanian sebagai sektor strategis yang menjanjikan peluang usaha, lapangan kerja, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujarnya.
Dalam konteks tersebut, lanjut Amin, Polbangtan Bogor memegang peran penting sebagai pusat pendidikan vokasi yang menyiapkan SDM pertanian masa depan.
Lulusannya diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter kuat, jiwa kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan.
Ia menambahkan, arah kebijakan Kementerian Pertanian saat ini juga terus mendorong transformasi pertanian melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, penyediaan benih unggul, penguatan mekanisasi, pengembangan pertanian presisi, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Namun, berbagai program tersebut, menurut Amin, tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan SDM yang mampu mengadopsi dan mengimplementasikan inovasi di lapangan.
"Karena itu, pembangunan SDM pertanian harus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," tegasnya.
Amin berharap Polbangtan Bogor terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan yang mampu menghasilkan lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan pertanian nasional.
"Lulusan Polbangtan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja dan agen perubahan bagi kemajuan pertanian Indonesia," katanya.
Selain memperkuat regenerasi petani, Amin juga menekankan pentingnya membangun budaya inovasi di lingkungan kampus.
Menurutnya, inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pertanian nasional.
Karena itu, Polbangtan Bogor didorong memperkuat pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat secara terintegrasi agar mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan pertanian.
Ia juga mengapresiasi berbagai kerja sama strategis yang telah dibangun Polbangtan Bogor bersama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi profesi, hingga mitra internasional.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat inovasi, sekaligus memperluas daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Memasuki usia ke-8, Amin mengajak seluruh sivitas akademika Polbangtan Bogor untuk terus memperkuat semangat berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi.
Ia berharap momentum Dies Natalis menjadi titik awal bagi Polbangtan Bogor untuk semakin memperkuat perannya sebagai pusat lahirnya inovator, penyuluh, praktisi, wirausahawan muda, hingga pemimpin masa depan sektor pertanian.
"Saya percaya Polbangtan Bogor akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan SDM pertanian Indonesia dan menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, serta berkelanjutan," pungkas Muhammad Amin.



