Saturday, 05 September 2026


Cegah Rabies, PPL Muhammad Basri Vaksin 111 Anjing di Baranti

10 Aug 2026, 16:23 WIBEditor : Herman Pratikno

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bidang peternakan Muhammad Basri turun langsung memberikan pendampingan sekaligus vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) milik warga di Baranti

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap ---  Upaya mencegah penyebaran rabies terus dilakukan di tengah masyarakat. Di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bidang peternakan Muhammad Basri turun langsung memberikan pendampingan sekaligus vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) milik warga.

Kegiatan vaksinasi rabies tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kekebalan hewan sekaligus menekan risiko penularan penyakit rabies dari hewan kepada manusia.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 111 ekor anjing milik masyarakat berhasil mendapatkan vaksinasi rabies.

Muhammad Basri mengatakan, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran rabies, khususnya pada hewan peliharaan yang berpotensi menjadi sumber penularan.

“Vaksinasi ini merupakan bentuk pencegahan sejak dini. Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anjing, kucing, maupun hewan penular rabies lainnya agar rutin memeriksakan kesehatan hewannya dan mengikuti vaksinasi rabies yang dilaksanakan petugas,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan rabies tidak cukup hanya dengan memberikan vaksin. Kesadaran dan keterlibatan pemilik hewan juga sangat menentukan keberhasilan pengendalian penyakit tersebut.

Karena itu, dalam kegiatan di lapangan, PPL tidak hanya melakukan vaksinasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan, mengenali perubahan perilaku hewan, serta memastikan hewan peliharaan tidak berkeliaran tanpa pengawasan.

“Pemilik hewan memiliki peran yang sangat penting. Selain memastikan hewan mendapatkan vaksin, masyarakat juga perlu memperhatikan perilaku dan kondisi kesehatannya serta tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan,” katanya.

Rabies sendiri merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan cepat. Penyakit ini dapat menular melalui gigitan atau paparan air liur hewan yang terinfeksi.

Anjing menjadi salah satu hewan yang paling berisiko menularkan rabies kepada manusia. Selain anjing, kucing dan sejumlah hewan mamalia lainnya juga dapat menjadi hewan penular rabies.

Karena itu, peningkatan cakupan vaksinasi hewan menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian rabies. Semakin banyak hewan yang mendapatkan vaksinasi, semakin besar pula perlindungan terhadap masyarakat.

Muhammad Basri menegaskan, pendampingan kepada masyarakat akan terus dilakukan. Penyuluh tidak hanya berperan dalam memberikan informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara layanan kesehatan hewan dengan masyarakat di wilayah binaannya.

“Kami akan terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Harapannya, semakin banyak hewan peliharaan yang divaksin, maka risiko penyebaran rabies dapat semakin ditekan dan masyarakat dapat merasa lebih aman,” ujarnya.

Kehadiran PPL secara langsung di tengah masyarakat juga memungkinkan petugas memantau kondisi kesehatan hewan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko penyakit sejak dini.

Langkah tersebut menjadi penting karena pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah melalui petugas di lapangan terus mendorong vaksinasi, sementara masyarakat memiliki peran utama dalam memastikan hewan peliharaannya sehat dan terawat.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018