Wednesday, 04 November 2026


Jatam Cilacap Bongkar Rahasia Budidaya Semangka, Modal Rp 4 Ribu per Batang

12 Oct 2026, 11:40 WIBEditor : Herman

Jatam Cilacap Gelar Pelatihan Budidaya Semangka

TABLOIDSINARTANI.COM, CILACAP — Budidaya semangka tak sekadar menjanjikan hasil panen yang melimpah, tetapi juga membuka peluang agribisnis hortikultura yang menguntungkan.

Dengan teknik budidaya yang tepat, pemupukan terukur, dan pengelolaan tanaman yang baik, petani berpeluang meraih keuntungan dari setiap batang semangka yang ditanam.

Peluang inilah yang diperkenalkan Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Cilacap melalui pelatihan budidaya semangka di Desa Pagubugan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Sabtu (10/10). Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta, termasuk petani dari Gumelar, Kabupaten Banyumas.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber Misro memaparkan teknik budidaya semangka mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, penyemaian, pemupukan, hingga penentuan waktu panen. Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan biaya dan potensi keuntungan dari usaha tani semangka.

Menurut Misro, keberhasilan budidaya semangka perlu dimulai dari persiapan lahan yang baik. Pengolahan tanah dapat menggunakan traktor roda empat, kemudian dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar berupa pupuk organik dari kotoran kambing yang telah difermentasi.

“Pemupukan diusahakan fokus kepada organik, kimia hanya sebagai pemacu tumbuh saja,” tandasnya.

Setelah lahan siap, petani perlu memperhatikan persiapan benih. Benih semangka direndam menggunakan air hangat kuku, kemudian ditiriskan dan dibungkus kain basah selama kurang lebih satu hari satu malam hingga mulai berkecambah. Selanjutnya, benih disemai pada lahan persemaian yang telah dipersiapkan.

Misro menjelaskan, persemaian perlu dilakukan di bedengan yang telah diolah dan diberi pupuk organik terfermentasi. Penyiraman pada tahap awal dilakukan secukupnya, sekitar 200 mililiter atau satu gelas air mineral, dengan interval dua hari sekali untuk persemaian di lahan sawah. Frekuensi dan volume air berikutnya disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman.

Untuk menjaga pertumbuhan tetap optimal, petani juga dianjurkan memanfaatkan pupuk organik cair (POC) dalam perawatan tanaman. Pemupukan pertama dilakukan pada hari ke-10 setelah tanam, kemudian dilanjutkan dengan pemupukan NPK tiga hari berikutnya.

“Supaya pertumbuhannya stabil dan maksimal, karena umur satu sampai 25 hari pertama sedang masa vegetatif,” jelasnya.

Pada fase berikutnya, petani perlu memperhatikan perkembangan buah dan mengatur pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.

Misro menyebut pemupukan dihentikan pada umur sekitar 43–45 hari, ketika buah telah berkembang besar. Tanaman kemudian dibiarkan hingga mencapai kematangan optimal, sekitar umur 55 hari, dengan tetap memperhatikan kondisi tanaman di lapangan.

Pengaturan jumlah buah juga menjadi bagian penting dalam budidaya. Dalam praktiknya, petani dapat menyisakan satu atau dua buah per tanaman, bergantung pada kondisi dan kekuatan tanaman agar pertumbuhan buah lebih optimal.

Selain membahas teknik budidaya, Misro memaparkan gambaran ekonomi usaha tani semangka. Menurut dia, kebutuhan biaya budidaya untuk skala komersial berkisar Rp 4.000–Rp 6.000 per batang.

Dengan pengelolaan yang baik, usaha tani semangka dinilai tetap berpeluang menguntungkan meskipun harga jual berada pada tingkat tertentu.

“Petani budidaya semangka, dengan harga Rp 3.500 per kilogram, sudah untung,” tandasnya.

Dari sisi hasil panen, semangka dapat dikelompokkan berdasarkan bobot buah. Buah dengan berat 7–10 kilogram masuk grade A, bobot 3–5 kilogram grade B, sedangkan bobot 1,5–2 kilogram masuk grade C.

Misro menyebut harga semangka di pasaran saat pelatihan berlangsung berkisar Rp 6.500 per kilogram. Perbedaan bobot dan kualitas buah tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan petani dalam menentukan strategi produksi dan pemasaran.

Meski demikian, keuntungan usaha tani tetap bergantung pada produktivitas tanaman, kualitas hasil panen, harga jual saat panen, serta biaya produksi yang dikeluarkan petani.

Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Tasito, peserta dari Ranting Samudra Kulon, Cabang Gumelar, Banyumas, mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru mengenai budidaya semangka.

Menurut dia, pelatihan menjadi bekal awal bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha tani hortikultura. Tantangan berikutnya adalah menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung di lahan.

“Insya Allah, akan mencoba praktik untuk budidaya semangka. Dari narasumber juga disampaikan, apabila setelah tanam ada kendala, kami bisa berkonsultasi secara online dan berkomunikasi langsung dengan Pak Misro,” ungkapnya.

Sementara itu, Wahidin, peserta dari Cabang Cilacap Utara, menilai budidaya semangka menawarkan peluang agribisnis hortikultura yang menjanjikan. Pelatihan semacam ini dinilai penting untuk mendorong semakin banyak petani mencoba komoditas pertanian yang memiliki prospek pasar.

“Pelatihan budidaya semangka membuka peluang agribisnis pertanian hortikultura. Peluangnya luar biasa. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak peminat yang mengikuti pelatihan pertanian,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan berikutnya tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga dilengkapi praktik langsung di lahan. Dengan demikian, peserta dapat melihat tahapan budidaya secara nyata dan lebih mudah menerapkannya setelah kembali ke daerah masing-masing.

“Dengan praktik, ilmu yang didapat tidak mudah dilupakan oleh peserta pelatihan,” katanya.

Ketua Jatam Kabupaten Cilacap, Suraswanto, mengatakan pelatihan budidaya semangka diikuti 31 peserta. Kehadiran peserta dari luar Cilacap, termasuk Gumelar, Banyumas, menunjukkan adanya minat untuk mempelajari peluang usaha tani hortikultura.

Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Jatam berencana membentuk grup komunikasi bagi seluruh peserta. Melalui grup tersebut, peserta dapat berdiskusi dan berkonsultasi apabila menghadapi kendala ketika mulai mempraktikkan budidaya semangka.

“Alhamdulillah, pelatihan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Jatam Cilacap juga berencana menggelar pelatihan serupa di lokasi lain dengan tema budidaya komoditas berbeda. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut menargetkan pelatihan budidaya melon di Kota Cilacap.

“Harapannya, pelatihan budidaya semangka ini bermanfaat bagi petani. Ke depan, kami agendakan kembali pelatihan di tempat lain dengan tema budidaya komoditas lainnya. Dalam waktu dekat akan diadakan pelatihan melon di Kota Cilacap,” pungkas Suraswanto.

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018