Minggu, 18 Agustus 2019


Menengok Geliat Tani di Kampung Cipamingkis Sukabumi

06 Peb 2019, 08:10 WIBEditor : Gesha

Petani Desa Cipamingkis semangat bertanam jeruk dan merasakan hasilnya dalam bentuk agrowisata | Sumber Foto:LELY

Selain disuguhi pemandangan indah alam Sukalarang, para pengunjung bisa berselfie ria di kebun jeruk

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Pertanian di Kampung Cipamingkis kini kian menggeliat. Dengan pendampingan penyuluh dan semangat petani, salah satu kampung di Kab.Sukabumi ini punya jeruk andalan dan kawasan agroeduwisata.

Bermula dari sekedar hobi memelihara tanaman jeruk, anggota kelompoktani Bina Sejatera, Ade Luken memulai bertanam Jeruk Garut sekitar 200 pohon pada tahun 2013 dan sekarang sudah mencapai 500 pohon di atas 1,2 hetar tanannya. 

Sebagai seorang peternak sapi perah dirinya mengintegrasikan sapi perah dengan tanaman jeruk sampai saat ini.

Tak hanya itu, Ade memiliki ide cemerlang untuk pemasaran hasil panen jeruk tersebut dalam bentuk Agrowisata Jeruk dan Sapi perah.

Dirinya membuka kesempatan kepada pengunjung untuk mencicipi dan memetik langsung jeruk di kebunnya.

Selain disuguhi pemandangan indah alam Sukalarang, para pengunjung bisa berselfie ria di kebunnya. Hingga saat ini banyak sekali pengunjung dari daerah sekitar dan dari luar Kabupaten Sukabumi. 

Keberhasilan Ade Luken dalam bertanam jeruk ternyata diikuti jejaknya oleh Ketua Kelompoktani Bina Sejahtera, Didi Suhandi dan tokoh masyarakat, H. Iyon.

 Dengan prinsip ATM ( Amati, Tiru, Modifikasi ) maka pada tahun 2017 mereka mulai menanam 500 pohon jeruk dekopon.

Sampai sekarang sudah berkembang menjadi 1500 pohon yang ditumpangsari dengan sayuran dataran tinggi seperti kol, sawi putih dan wortel. 

Kepala BPP Sukalarang, Diat Sujatman mengungkapkan keberanian menerapkan suatu inovasi, mampu menghantarkan kesuksesan Kelompoktani Bina Sejahtera dalam mengembangkan jeruk dekopon dipadukan dengan sayuran dataran tinggi. 

"Upaya ini secara nyata sanggup meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat kampung Cipamingkis," ungkap Diat membanggakan Kelompok Tani Bina Sejahtera.

Tak hanya apresiasi dari kepala BPP, kegiatan tersebut mendapatkan disambut baik oleh Kepala Desa Sukalarang, bahkan secara langsung pada tahun 2017 mendapatkan bantuan dari Anggaran Dana Desa Sukalarang.

”Insyaallah Desa Sukalarang akan kami jadikan sentra Jeruk Dekopon dan Agroeduwisata demi mendukung pembangunan pertanian yang ada di Desa Sukalarang," ungkap Kepala Desa Sukalarang, Ece Surada.

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018