
Muhammad Arsyad, terus mengabdikan dirinya pada pertanian organik
TABLOIDSINARTANI.COM, Banjar ---- Dipilihnya Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan sebagai bagian program SERASI, disambut dengan baik oleh berbagai pihak. Tak terkecuali salah satu penyuluh pertanian setempat, Muhammad Arsyad.
Saking semangatnya dalam mendukung program SERASI di Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, hampir setiap hari Arsyad bagian dari Tim Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) rutin mendampingi penyuluh dan petani dalam melaksanakan program SERASI.
Kini, berkat kerjasama yang baik antara petugas Pusat, Daerah, Penyuluh serta para petani di lokasi, kegiatan SERASI telah terlihat hasilnya antara lain lahan sawah percontohan seluas 200 ha dari jalur 1-12 sudah ditanami padi vaietas Inpari 3 dengan pertumbuhan yang cukup bagus.
"Karena sudah dilakukan perbaikan saluran irigasi, pemupukan dan pemeliharaan secara rutin serta telah dilaksanakan bimtek dan tematek oleh BBPP Binuang,"ujar Arsyad
Ke depannya, impian Arsyad adalah desa Tajau Landung bisa dikembangkan pertanian organik bukan saja tanaman padi tapi tanaman lain seperti ubi negara ungu, kacang-kacangan, cabe, tomat dan tanaman lainnya dengan mengunakan pupuk Trichokompos hasil racikannya sendiri.
Bahkan lebih jauh akan dipadukan dengan mengembangkan wisata kuliner berbasis pangan organik yang sehat, dengan bertekad senantiasa akan memotivasi petani untuk bertani organik.
Selama ini, Arsyad memang dikenal sebagai motivator pertanian organik yang selalu bersemangat, energik, kreatif dan inovatif.
Arsyad memulai kariernya sebagai seorang Guru Produktif yang mengajar pelajaran Teknologi Produksi Tanaman Pangan dan Palawija di SMKPP Banjar Baru Kalimantan Selatan.
Dirinya sudah 29 tahun 5 bulan mengabdikan dirinya sebagai guru produktif yang senantiasa mengajarkan anak muridnya untuk selalu menjaga kesuburan lahan dan lingkungan dalam berbudidaya, salah satunya melalui pertanian organik.
Segudang pengetahuan dan ketrampilan pertanian organik sudah diajarkan kepada anak didiknya diantaranya budidaya Tomat organik, Ubi Negara organik, kedeali organik, kacang tanah organik, pembuatan pupuk organik/ Trichokompos, Nutrien organik, dan pengolahan hasil pertanian organik, serta ketrampilan pemanfaatan limbah pertanian menjadi barang jadi yang sangat bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.
Dirinya bahkan membuat wadah industri kreatif alami melalui kegiatan PCLO ( Petani Cinta Lingkungan Organik) dan CBB ( Pikirkanlah Alam). Keduanya dibangun Arsyad sebagai wujud kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan alam yang bersih dan seha.
"Kuncinya dengan senantiasa memperhatikan perbaikan kesuburan tanah melalui pemberian pupuk organik seperti Trichokompos. Pupuk ini hasil temuan saya sendiri dan sudah dibuktikan bersama anak-anak didik dalam mempraktekkan pelajaran teknologi produktif dengan membudidayakan tanaman pangan dan sayuran organik dengan hasil yang memuaskan," bebernya.
Itulah “Arsyad” sang motivator pertanian organik yang senantiasa akan terus mengabdikan pertanian organik dimanapun dan kapanpun siap memotivasi serta mendampingi petani dan masyarakat umum lainnya yang berminat dengan pertanian organik.
Selamat berjuang pak Asyad, semoga niat baik bapak di ijabah Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kelak akan tumbuh motivator- motivator organik lainnya yang siap menyelamatkan bumi Pertiwi Indonesia! ... Amiin!