Senin, 09 Desember 2019


Selamat !, 98 Persen THL-TBPP Lolos 'Passing Grade' ASN PPPK

25 Apr 2019, 15:41 WIBEditor : Yulianto

Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono saat memberikan pengarahan | Sumber Foto:Julian

Kelulusan penyuluh pertanian ini termasuk paling tinggi, karena hampir 98?ri yang mengikuti seleksi. Ini jumlah yang luar biasa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Setelah melalui proses yang panjang akhirnya proses seleksi terhadap Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) selesai. Dari jumlah pendaftar seleksi sebanyak 14.272 orang, sebanyak 11.906 lulus verifikasi. Namun hanya 11.606 peserta yang lulus passing grade.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono mengatakan, pemerintah daerah telah melaksanakan proses Seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Penyuluh Pertanian di 21 Provinsi dan 342 Kabupaten/Kota pada 22-23 Februari 2019 lalu.

Jumlah peserta pendaftar seleksi sebanyak 14.274 orang dan yang lulus verifikasi sebanyak 11.906 orang. Namun yang mengikuti seleksi hanya sebanyak 11.865  orang. Dari jumlah peserta yang mengikuti seleksi, yang lulus passing grade sebanyak 11.606 orang.

“Kelulusan penyuluh pertanian ini termasuk paling tinggi, karena hampir 98 persen dari yang mengikuti seleksi. Ini jumlah yang luar biasa,” kata Momon pada Koordinasi Percepatan Pengangkatan ASN PPPK Penyuluh Pertanian Tahap I Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (26/4).

Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), No. 4 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, Momon berharap, Pemerintah Daerah segera mengusulkan formasi PPPK sesuai dengan yang lulus passing grade. 

Momon mengatakan, dari target sebanyak 34 provinsi, 477 kabupaten/kota atau 511 intansi, ternyata masih ada instansi yang tidak melaksanakan proses seleksi PPPK yakni ada sekitar 13 provinsi, 135 kabupaten.

Sedangkan dari yang telah dinyatakan lolos seleksi, instansi yang telah mengusulkan formasi dan disetujui MenPAN-RB sebanyak 13 provinsi, 316 kabupaten. Artinya ada  8 provinsi, 26 kabupaten yang belum mengusulkan formasi dan belum disetujui MenPAN-RB. “Saat ini kami sedang telusuri dari yang lolos seleksi tersebut, tapi belum ada penunjukkan formasi. Kita ingin tahu ada persoalan apa di daerah,” katanya.

Dari hasil identifikasi lanjut Momon, persoalan yang terjadi adalah karena kabupaten/kota belum menyediakan gaji PPK tahun 2019. Ada juga hanya mampu menyediakan gajian sebagian. “Ada tiga masalah belum adanya usulan formasi yakni karena pemda belum mengusulkan formasi, belum ada MoU dengan Kementerian Pertanian dan tidak ada anggaran,” katanya.

Untuk membantu persoalan Pemda yang belum bisa menyedikan gaji PPPK-ASN, Momon menegaskan, selama tahun anggaran 2019 untuk THL-TBPP yang telah dinyatakan lulus passing grade, pemerintah akan tetap menyediakan honor. Namun untuk tahun 2020, Momon meminta Pemda sudah menyediakan anggaran gaji untuk mereka.

Seperti diketahui, Penyuluh Pertanian merupakan tenaga teknis pertanian sebagai garda terdepan untuk mendukung program Kementerian Pertanian. Bahkan sesuai UU No, 16 Tahun 2016, telah diamanatkan setiap satu desa potensi pertanian harus ada satu penyuluh pertanian, baik ASN/swadaya/swasta.

Dari hasil catatan BPPSDMP, untuk pendampingan dan pengawalan pembangunan pertanian diperlukan 74.000 orang penyuluh pertanian. Namun, saat ini baru tersedia 31.500 orang, sehingga diperlukan tambahan 42.500 penyuluh pertanian. Kekurangan itu, diharapkan dapat diisi dari Tenaga Harian Lepas (THL) lingkup Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian telah mengusulkan penyuluh pertanian sebanyak 17.691 orang THL TBPP untuk formasi ASN PPPK.

 

Reporter : Julian
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018