Sunday, 17 January 2021


Ade Usman : Saya Bangga Menjadi Petani

05 Jan 2021, 12:02 WIBEditor : Gesha

Petani Milenial Bawang Merah | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Geliat milenial yang terjun langsung di sektor pertanian semakin nyata dengan bermunculannya petani-petani milenial. Salah satunya adalah Adhe Usman, petani bawang merah anggota Kelompoktani (Poktan) Kalapacondong, Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. 

"Saya bangga jadi petani, bahagia bisa menyediakan pangan bagi masyarakat, "tegasnya ketika ditemui oleh Koordinator BPP Kecamatan Sukabumi, Diah Sujatman di lahan usaha taninya.  Ade bercerita, lahan pertanaman bawang merahnya semakin bertamabah dengan bergabungnya 7 orang petani sebagai plasmanya. Sekarang lahan bawang merahnya sudah mencapai 8 hektar, dan sedang mencoba pengembangan bawang putih dengan benih varietas lokal.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dari para penyuluh di Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang terus membimbing dirinya dan petani lain. Salah satu metode yang disukai Ade dalam kegiatan penyuluhan adalah Anjangsono atau kunjungan pada petani, sebab bisa langsung bertanya kepada penyuluh tentang masalah yang dihadapi petani. 

Melalui metode anjangsana pada petani, juga dapat digunakan sebagai salah satu langkah awal untuk mengadakan pendekatan kepada individu petani dalam memecahkan masalah pada tingkat petani. 

Kunjungan dapat dilakukan ke tempat sasaran yaitu lahan usaha tani atau ke rumah berupa pendekatan perorangan.Selain itu, apabila penyuluh melakukan kunjungan pada kelompok tani disebut pendekatan kelompok, dan jika penyuluh memberikan ceramah kepada sasaran yang jumlahnya banyak dan heterogen, disebut pendekatan kelompok. 

Sampai saat ini metode anjangsana masih sangat relevan dilaksanakan oleh petugas/penyuluh pertanian di masa pandemi seperti sekarang ini, tapi dengan catatan harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang dihimbau oleh pemerintah. Jika melihat lebih jauh, dengan terjadinya pandemi ini sepertinya tidak mudah untuk dapat  menerapkan metode penyuluhan pertemuan kelompok yang terlalu sering  di luar jadwal pertemuan kelompok yang telah disepakati antara petani dan penyuluh meskipun dengan metode pertemuan kelompok cukup efektif  memberikan manfaat  lebih banyak dengan waktu yang sedikit dibanding dengan anjangsana pada individu petani.

 

Reporter : Diat Sujatman (Penyuluh)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018