
Aina, Polwan Sekaligus Ketua RW 16 Komplek Polri Jatirangga
TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi --- Di tengah padatnya aktivitas sebagai Polisi Wanita (Polwan) di Divisi TIK Mabes Polri, Nurainah yang akrab disapa Bunda Aina ini mencoba memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan tempat tinggalnya di RW 16, Komplek Polri Jatirangga, Jatisampurna, Bekasi.
Terpilih sebagai Ketua RW 16 yang mempunyai 5 RT dengan sekitar 400 kepala keluarga, Aina melihat amanah tersebut bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan peluang untuk menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan tempat tinggalnya. .
Ketika mulai menjabat sejak September 2023, Aina melihat banyak ruang di RW 16 yang tidak termanfaatkan optimal, mulai dari lapangan sepak bola yang jarang digunakan hingga beberapa lahan terbuka dibiarkan kosong tanpa fungsi, sementara aktivitas warga di ruang publik kian berkurang.
Melihat kondisi tersebut, Aina merasa perlu mengambil langkah konkret. Namun ia tidak ingin bergerak sendirian.
“Saya percaya perubahan itu hanya bisa terjadi kalau warga ikut terlibat dan harus dikerjakan secara bersama,” ujarnya.
Aina mengajak warga berdiskusi, mendengarkan pendapat, serta menyatukan gagasan agar lingkungan tempat tinggal mereka bisa menjadi lebih tertata dan produktif.
Dukungan moral juga datang dari keluarganya. Saran untuk membuat komplek lebih hidup mendorong Aina untuk memulai.
“Dari situ saya terpikir bahwa langkah kecil bisa jadi awal perubahan besar,” kata Aina.

Saran sederhana itulah yang kemudian menjadi awal gerakan bersama warga. Perbaikan pertama dimulai dari lapangan sepak bola.
Warga bergotong royong membersihkan area, memperbaiki pagar, merapikan rumput, dan membangun jogging track yang bisa digunakan semua usia.
Lapangan yang semula sunyi kini kembali menjadi pusat aktivitas warga. Bahkan bisa dibilang lapangan Rajawali saat ini menjadi kebanggan warga Komplek Polri Jatirangga.
Selain memperbaiki fasilitas olahraga, warga juga mulai memanfaatkan lahan kosong di sekitar lapangan. Mereka menanam pisang cavendish, jagung, dan cabai.

asil panen digunakan untuk kebutuhan lingkungan atau dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Dari sinilah rasa kebersamaan semakin tumbuh. Warga mulai menyadari bahwa lahan produktif bisa memberikan manfaat sekaligus memperindah lingkungan.
Agro Makmur
Momentum perubahan semakin kuat ketika Aina mengajak warga melakukan benchmarking ke Miracle Farm di Tapos. Kunjungan ini membuka wawasan tentang konsep pertanian modern yang dapat diterapkan pada skala lingkungan.
Seusai kunjungan, warga sepakat membangun kawasan pertanian terpadu bernama Agro Makmur. Kawasan ini dikelola secara swadaya, memanfaatkan tenaga, serta komitmen warga RW 16.

Agro Makmur kemudian berkembang menjadi pusat aktivitas produktif. Di dalamnya terdapat kolam ikan bioflok, greenhouse hidroponik, kebun buah, serta lahan kacang tanah. Semua dibangun dan dirawat bersama-sama.
Hasilnya mulai dirasakan, dengan sistem bioflok panen lele bisa mencapai sekitar 100 kilogram setiap kali panen. Sementara itu, selada hidroponik dari greenhouse menjadi salah satu komoditas unggulan.
“Semua hasil kami gunakan untuk kepentingan warga, bukan untuk perorangan. Ini murni gerakan bersama,” jelas Aina.
Aina menegaskan bahwa perannya hanya sebagai penggerak. Baginya, keberhasilan Agro Makmur Makmur tidak lepas dari kerja kolektif berbagai pihak.

Mulai dari bapak-bapak yang terlibat dalam mengelola kolam dan kebun hingga ibu-ibu PKK yang aktif mendukung berbagai kegiatan.
“Saya hanya berupaya memastikan setiap program berjalan dengan tujuan yang jelas dan memberikan manfaat bagi banyak orang” ungkapnya.
Perjalanan menuju perubahan tentu tidak mudah. Mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan membutuhkan proses panjang dan pendekatan yang tidak memaksa. Pada awalnya, hanya sebagian warga yang aktif terlibat.
Namun seiring berjalannya waktu, ketika lingkungan mulai tertata, hasil panen dapat dinikmati bersama dan aktivitas berjalan lebih teratur, kepercayaan warga tumbuh secara alami.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Saya ingin apa yang kami lakukan benar-benar memberi manfaat untuk warga,” ujar Aina.
Kini Agro Makmur bukan hanya kawasan pertanian. Tempat itu berkembang menjadi ruang edukasi, lokasi berkumpul, sekaligus simbol kerja sama yang lahir dari semangat gotong royong.
Berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari pelatihan pertanian, kerja bakti, hingga program edukasi rutin dilakukan di area tersebut. Kawasan yang dulunya merupakan lahan kosong tidak terurus kini berubah menjadi ruang hijau yang produktif dan inspiratif.
Ke depan, Aina berharap Agro Makmur dapat dikembangkan menjadi destinasi edukasi skala lingkungan yang bisa dikunjungi masyarakat dari luar RW.

Dengan begitu, semakin banyak orang yang dapat belajar mengenai pertanian modern, pengelolaan kolam bioflok, hingga cara memanfaatkan lahan sempit secara efektif.
“Kalau kita bisa memberi inspirasi, itu sudah luar biasa. Yang penting warga di sini juga terus merasakan manfaatnya,” katanya.
Dengan semangat dan kerja bersama, RW 16 terus berkembang menuju lingkungan yang lebih produktif, nyaman serta dapat mendukung program ketahanan pangan pemerintah.