
Erwin juga penangkar benih kedelai
TABLOIDSINARTANI.COM - Erwin (33) petani dari Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima NTB, menggunakan botol bekas untuk menanam cabe dan tomat muda umur 1-14 hari tanam. Teknologi ini bisa menekan angka kematian lebih dari 90% dibanding teknologi yang biasa diterapkan petani.
Pergumulannya dengan budidaya tomat dan cabe tidaklah sia-sia. Erwin yang juga senang mengajak sebayanya terjun Bertani akhirnya bisa budidaya tomat dan cabe di luar musim. “Harga jualnya lebih mahal dan untungnya cukup besar,” jelasnya.
Keuletannya dalam berusahatani pun mengantarkan Erwin menjadi petani penangkar benih. Benih produksinya dapat memenuhi kebutuhan petani di wilayah Nusa Tenggara Barat, juga memenhi permintaan benih kedelai hingga daerah Nusa Tenggara Timur, seperti Manggarai Barat, Sikka, dan Sumba Tengah.
Kerjasama kemitraan dia lakukan untuk pengembangan usahataninya, di antaranya dengan Balitkabi, BPTP, BPSB dan BPP maupun non pemerintah PT. Bisi International, UD Jaya Makmur, BRI dan penyediaan saprodi serta dalam pemasaran hasil pertanian.
BACA JUGA:
> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung
> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci
> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta
Pendapatan Erwin kalau dirata-rata, keuntungan dalam 1 tahun dari usahataninya mencapai sekitar Rp. 356.000.000,-sehingga tidak heran kalau asset yang dimilikinyapun cukup lumayan yaitu ruko yang dipakai untuk menjual obat-obatan dan sarana produksi lainnya, mobil 2 unit, tempat usaha yang cukup luas yang ada gudangnya serta beberapa alsintan dan sebagainya.