Saturday, 26 September 2020


Tips Panen dan Penyimpanan Tomat Ala Gapoktan

13 Jul 2020, 11:16 WIBEditor : Gesha

Hasil Panen tomat | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Tomat menjadi salah satu bagian tanaman hortikultura yang strategis dan tergolong sayuran kedua terbesar setelah kentang. Namun, tomat akan mengalami kerusakan jika tanpa perlakuan saat penyimpanan.

Besarnya kerusakan buah tomat setelah panen berkisar antara 20-50 persen. Buah tomat yang dipanen setelah timbul warna, sekitar 10-20 persen hanya akan bertahan maksimal 7 hari pada suhu kamar.

Hasil penelitian dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Kementerian Pertanian, penyimpanan buah tomat yang masih hijau masak dan buah tomat yang telah matang dengan warna merah akan memberikan hasil yang berbeda. Penyimpanan tomat yang masih hijau masak akan tahan 4-5 minggu dan kehilangan bobot setelah penyimpanan sebesar 5,2 persen.

Gapoktan Mitra Tani Parahyangan milik petani Milenial Sandi Octa mempunyai cara tersendiri untuk penanganan pascapanen dari tomat yang baru dipanennya agar bisa segar sampai ke konsumen. Pemanenan dilakukan dengan memetik saat warna tomat masih berwarna hijau dan teksturnya pun masih keras (immature). Hal ini dilakukan karena karakteristik tomat yang masih dapat mengalami proses pematangan walaupun setelah dipanen.

Kegiatan panen biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00. Pemilihan waktu ini didasarkan pada kondisi cuaca pagi hari yang masih sejuk sehingga tidak merusak komoditi Tips Panen Tomat dan Penyimpanannya pada saat transportasi. Tomat hasil panen disimpan di dalam keranjang plastik yang disusun dan diangkut dari kebun langsung menuju tempat sortir.

Selama pengangkutan, besar kemungkinan terjadi kerusakankerusakan secara fisik dikarenakan benturan antar tomat ataupun antara tomat dan keranjang pengangkut. Transportasi dari kebun menuju koperasi biasanya dilakukan dari pukul 09.00 pagi. Jika dilakukan lebih siang lagi dikhawatirkan tomat akan mengalami kerusakan akibat panas matahari.

Tomat kemudian disortir dengan dipindahkan dari keranjang plastik menuju baskom pencucian. Proses pencucian dilakukan hanya dengan menggunakan air bersih. Tomat direndam dalam air selama 5 menit lalu dibersihkan dari kotoran-kotoran hasil panen seperti sisa tanah, debu, dan lainnya menggunakan kain lap.

Setelah dibersihkan, tomat lalu ditiriskan dengan memasukannya kembali ke dalam keranjang plastik. Setelah proses sorting dan grading selesai, proses selanjutnya adalah proses pengepakan dan pemberian label. Tomat ditempatkan didalam keranjang plastik sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Untuk distribusi, penggunaan truk berpendingin untuk menjaga mutu dan kesegaran tomat diharapkan bisa dilakukan, sebab penyimpanan tomat dengan suhu 5 derajat Celcius dan 10 derajat Celcius menggunakan plastik LDPE memberikan respon terbaik terhadap tomat selama penyimpanan dan dapat mempertahankan umur simpan tomat.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018