Kamis, 18 Juli 2019


Hendrik, Bertani Sayur Organik Bermodalkan Pengalaman Orangtua

16 Peb 2019, 12:50 WIBEditor : Yulianto

Hendrik saat panen sayur di ladangnya | Sumber Foto:Hendrik

Hendrik memilih usaha sayuran organik karena ingin masyarakat tidak tergantung dengan sayuran yang mengandung obat-obatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Kota Batu---Berawal dari sekadar membantu orang tuanya di sawah, akhirnya membuat Hendrik Kurniawan jatuh cinta dengan dunia pertanian. Pemuda kelahiran tahun 1992 yang tinggal di Claket Gunungsari Bumiaji Kota Batu ini adalah sosok petani milenial yang mengembangkan sayuran organik.

Untuk bertani secara organik, Hendrik memang tidak mempunyai pendidikan formal, khususnya pertanian. Ia hanya bermodalkan dari pengalaman orang tua. “Biasanya saya membantu orang tua di sawah, saya merasakan bertani itu enak, makanya saya terjun ke dunia pertanian,” tuturnya kepada Tabloidsinartani.com,

Hendrik memilih usaha sayuran organik karena ingin masyarakat tidak tergantung dengan sayuran yang mengandung obat-obatan. Selain itu ia juga berharap supaya masyarakat lebih memahami sayuran  mana yang sehat untuk dikonsumsi.

“Walaupun sayuran organik ini belum banyak yang mengonsumsi, tapi setidaknya kita berusaha mengenalkan sayuran organik yang penuh gizi dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat luas,” tutur Hendrik.

Sewa lahan

Hendrik mengaku, untuk bertanam sayuran organik dirinya  masih menyewa lahan seluas 12x7 m2. Memang belum terlalu luas, tapi saya berencana untuk memperluas kebunnya supaya usahanya lebih maju dan berkembang,” ujarnya.

Ada beberapa jenis sayuran yang dibudiayakan. Diantaranya, kangkung, bayam, kacang, sawi dan andewi. Dari sayuran organik, Hendrik mengaku bisa mendapat keuntungan kurang lebih Rp 1 jutaan untuk ukuran lahan seluas itu.

Dalam memasarkan hasil sayurannya, Hendrik  mengatakan, sesuai permintaan. Namun, ia juga memasarkan melalui facebook  dan whatsapp, kadang ada juga yang langsung dijual ke pasar.  “Untuk kesulitan bercocok tanam sejauh ini tidak ada, tetapi kalau kendala pasti ada, karena cuaca atau bibit yang kurang bagus misalnya,” ucapnya seraya menambahkan, untuk benih dirinya menyemai bibitnya sendiri.

Harapan Hendrik ke depan adalah membesarkan kebunnya. “Iya saya mau mengembangkan sayur organik ini biar tambah besar dan peminat semakin banyak,” ucapnya.

Hendrik mengaku karena sejak kecil sudah diajari bertani, sehingga dirinya mempunyai niat menjadi petani sukses.  “Yang memperkenalkan dunia pertanian itu pada dasarnya diri kita sendiri yang mempunyai kemauan untuk terjun ke dalamnya,” pungkas Hendrik.

Reporter : Pipiet Endwiyatni
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018