Rabu, 28 September 2022


Lulus SMP, Maman Langsung Bertani, kini Sukses Budidayakan Pepino

26 Jun 2021, 15:33 WIBEditor : Yulianto

Maman di tengah ladang Pepino | Sumber Foto:Dok. Maman

TABLOIDSINARTANI.COM, Kota Batu--Siapa yang tidak mengenai Kota Batu Malang Jawa Timur? Kota Batu dikenal sebagai gudangnya buah apel, hingga mendapat sebutan Kota Apel. Ternyata selain apel, ada buah lain juga dikembangkan di kota ini yang ternyata cukup banyak juga peminatnya.

Komoditas buah tersebut adalah Pepino, buah yang berasal dari Amerika Selatan ini ternyata mudah dikembangkan di Kota Batu. Salah satunya Maman, petani yang tinggal di Jalan Pura Luhur Giri Arjuno Junggo, Desa Tulungrejo Rt 03 Rw 11 No 5.

“Saya selain menanam apel, juga mengembangkan buah kasemek, buah pepino dan beberapa sayuran seperti sawi dan kubis serta bawang putih,” ujarnya pada Sinartani. Maman menanam pepino di lahan seluas 0,3 ha, sedangkan apel 2,5 ha dan sayuran sekitar 0,5 ha.

Maman mengaku mulai mencintai dunia pertanian sejak dini. Setidaknya sejak lulus SMP diirnya sudah bertani. “Kebetulan saya tidak melanjutkan pendidikan SMA, karena orang tua saya meminta bantuan untuk mengurus kebun mulai sejak itu saya mulai bertani,” kenangnya.

Maman mengatakan, buah pepino saat ini banyak permintaan di pasar lokal, meski belum orang mengenal buah ini. Hal ini, karena buah pepino memiliki banyak manfaat. Bahkan buah ini sering disebut buah ajaib karena kaya akan zat antioksidan dan zat gizi yang mampu menangkal kanker, stroke, hipertensi, diabetes serta menurunkan kadar kolesterol darah.

Secara umum pepino memiliki warna dasar ungu muda berbintik putih dengan corak garis ungu tua. Buah pepino juga sering disebut buah melodi, puspita, husada dewa, merong dan cabai manis di luar negeri. “Rasa buah dari family terung-terungan dengan nama lain solanum muricatum aiton ini bisa dikatakan rasanya seperti buah melon,” katanya.

Dalam budidaya, Maman mengakui, perawatannya lumayan extra. Mulai dari kecil penyemprotan harus rutin, karena rawan penyakit, butuh tiang untuk penyangga, khusus buat menompang buah.

“Saya juga mengurangi daunnya yang kecil, mengikat disetiap buah yang ada. Sementara untuk pupuk, rutin diberikan setiap 25 hari sekali,” tambahnya. Soal panen lanjut Maman, bisa sampai  500-1 ton setiap 5 hari sekali.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018